Langsung ke konten utama

Kakak Laki-lakiku

Sewaktu putih abu-abu
Ada pemuda yang meluangkan sebagian hidupnya untukku
Bercerita dan bercengkrama penuh makna
Membicarakan hal yang tiada habisnya

Mengenalkanku pada pahitnya kopi dan dunia
Mengulurkan tangan saat tebing mulai curam
Mendekap hangat saat dingin malam begitu pekat
Menyuguhkanku hidup saat semua terasa mati

Menyalakan api saat dunia terasa begitu dingin
Menjadi beku saat dunia terasa begitu panas
Menjadi air saat yang dibutuhkan hanyalah mengalir
Menjadi gemuruh petir saat sepi dunia begitu getir

Tak ada rasa cinta atau sayang sebagai kekasih
Hanya saling menyemangati ketika hidup mulai pamrih
Dari berpuluh bulan kebiasaan yang telah kita dalih
Kau lebih dari sekedar kekasih

Pemuda itu menyatu dalam satu aliran darahku
Kau terasa sama dengan gen penghidupanku
Hanya untuk selalu ada dan saling mengasihi
Tak ada rasa untuk saling memiliki

Karena kau adalah, kakak laki-lakiku.


Surabaya, 30 Maret 2017
10.00 - 10.30
Adik yang merindukan kakak laki-lakinya

Komentar

Posting Komentar