Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

selamat tinggal, Juli.

Halo Juli , maaf sudah banyak mengecewakan, maaf sudah menggunakanmu sebagai keterangan waktu ku untuk pencapaian salah satu hal terbesar dalam hidupku, maaf sudah mengingkari segala janji-janjiku kepadamu. Juli , berjanjilah kau akan memaafkanku, jangan seperti ini, aku seperti merasakan sebuah pembalasan atas keingkaranku kepadamu. Ada yang dengan mudah pergi, bersama segala janji yang selalu kami bahas di setiap malam menjelang pagi. Juli, sesakit itukah kau kuingkari? Sehingga kau berdoa kepada Tuhan untuk mengingatkanku dan menegurku dalam sebuah janji yang kini telah lenyap pergi.  Juli, sudah begitu banyak doa yang ku bisikan dengan menyebut dirimu, aku tidak pernah lelah menyebutmu sampai pada keadaan bahwa dirimu sudah benar-benar tak bisa ku capai. Begitu banyak usaha-usaha yang ku usahakan untukmu Juli, tapi itu dulu.  Juli, aku begitu berat melepaskanmu, tapi disini usahaku belum mampu membuktikan kepadamu, bahwa aku telah berusaha semaksimal mungk...

kita dan nanti

“nanti, kita…..” Atau “kita, nanti….” Nanti, sebuah keterangan waktu Yang membuatku melayang di atas imaji Kita, sebuah keterangan pelaku Yang membuatku berharap kita menyatu sampai jadi debu Surabaya, 27 Juni 2017 23.00 Firda Fadhilah Lubis

Stimulasi Monokrom

Memang bangsat! Wanita jalang!  Yang hadir saat aku sudah hampir saja melupakanmu. Kau tau hanya padamu keakuanku luluh. Kau hancurkan semesta baruku. Kau juga tau hanya padamu aku rapuh. Memang bangsat! Wanita jalang! Kau hanya tidak tau rasa ini. Caramu kini menghancurkan sanubari. Kau tau kau lagi tidak sendiri. Kau masih bersamanya yang kau sayangi. Lalu kini kau datang ingin menjalin silaturahmi. Bangsat! Anjing kau! Beberapa waktu yg lalu, dirimu marah besar padaku. Yang memaksaku mundur dari perapianmu. Yang dengan lugas terhatur dari tuturmu. Kau memang bangsat. Aku ingin bersajak tentang apa sebenarnya maumu? Si anjing dari peraduan rasa cinta. Jikalau cerita kita masih panjang, bisa saja berbuku-buku kutulis sajak tentang cerita kita. Kau tau kan rasaku tak pernah hilang, cintamu abadi di hati kecilku ini. Tapi kau bangsat, datang saat tidak tepat. Kurang ajar sekali kau bangsat! Waru, 1 Juni 2017 @agilranu (Agil Ranu Bintang)

Disaat Emosi = Cinta

Ada jenis emosi yang berkarakter berbeda. Emosi ini membuat kita tersenyum ria. Emosi ini membuat hati ikut berkata. Emosi ini membuat hari-hari bermakna. Emosi ini membuat waktu seperti tak terasa. Emosi ini bisa juga membuat gila. Emosi pula yang bisa otak berhenti seketika. Dimana EMOSI = CINTA

Variabel Serotonin

Langit malam ini indah ya? Bintang merekah hingga langit-langit menyeruak di sudut kenang. Tangis datang walau langit sedang penuh bintang. Apa kamu sengaja hadir kembali menghancurkan mimpi indahku bersama orang lain? Apa sengaja kamu tidak membiarkan aku hidup bahagia bersama orang lain? Sejatinya dirimu tahu bagaimana tersiksanya batinku saat itu, ketika aku berusaha menghilangkan namamu dari otakku. Kini saat orang lain alasanku berbahagia, kau datang meminta izin untuk sekadar ingin meminta jumpa. Sesak menyeruak mengisi kekosongan, memenuhi hingga tumpah membasahi mata. Dirimu tahu, bahwa dirimu adalah sejatinya rindu. Ataupun secara tidak sengaja Tuhan tidak mengizinkan aku bahagia? Sejujurnya aku ingin bertemu dengan Tuhan, dan bertanya kenapa. Kenapa dirinya selalu saja hadirkan rasa cinta? Sedangkan yang lainnya hanya pemanis belaka. Kini dua hari berlalu, bintang bersama kerlipnya seakan mengganti liriknya yang syahdu. Ingin rasanya aku membencimu, tapi bagaimanapu...

Rekan (WAGZ 3.0)

Rekan, bukan hanya kata yg bermakna teman Rekan, bukan hanya kata yg bermakna kawan Terlebih dari kata sahabat yang terucap. Tak sengaja jumpa dengan rekan yang berpikir cacat. Tak sadar dengan perilaku keparat. Tak lupa dengan candaan bangsat. Entahlah orang melihat kami hanyalah sobat. Tidak!!! Kita lebih dari itu. Aku menjawab kami adalah obat. Obat2an yang yg merusak otak candaan kita. yang seakan mulai sukses dewasa. Perlahan mereka telah menyentuh Doa. Disusul mereka yang telah bersiap memakai toga. Di sambut mereka yang telah bekerja. Tak memandang derajat. Tak memandang fisik. Tak memandang golongan. Tak memandang agama. Tak memandang budaya. Dengan harap aku berdoa jangan lepaskan kami. Jalinkan kami dalam silaturrahmi tanpa henti. 13-06-17 - M F r s
Kisah Kawan Tak Berujung Aku tak tahu alasan Tuhan memilih kalian sebagai kawan Dan hal itu masih kurenungkan Tiap hari ku dapati kasih Tiap malam ku dapati lawan bincang Kalian bilang kita sama brengseknya, Kalian bilang kita sama bangsatnya, Tapi jangan lupa sampai hari ini kita masih saling menjaga Sampai hari ini rindu juga masih tersampaikan Nyatanya waktu sesingkat ini Satu persatu kita tinggalkan almamater biru kuning di kota pahlawan Jika Tuhan akan sempatkan kita lagi untuk bertemu Berjanjilah di waktu itu jangan unggulkan jabatan Jangan juga singgung tentang kekayaan Tetaplah pada candaan tidak mutu itu, Tetaplah dengan peluk sapaan itu Tetaplah berbagi rokok yang menurut kalian tak rusak kesehatan, berbagi makanan dengan saling bersuapan Nyatanya gelar sarjana bukan lagi kebanggaan saat ku tak bisa lihat lagi wajah kalian Mimik wajah meringis kini berubah jadi tangis Untuk kalian kawan yang ada di hati, terimakasih telah mengisi lembar cerita keseha...

Kawanan si Bangsat

Padahal aku tidak benar2 sengaja ingin berkawan dengan kalian semua, mulai dari awal seakan rasanya mengalir seperti biasa saja. Bahkan awalnya sesimpel dari berbagi rokok bersama hingga berhalusinasi bersama. Tapi akhirnya apa benar kita hanya dipertemukan dengan orang yg sama seperti kita? Mungkin iya kita tertawa tentang suatu hal yang sama, lalu berargumen pendapat yang berbeda. Darisana muncullah perselisihan yang berakhir pertikaian, bahkan sesimpel perang kata di permainan bernama dota. Tapi taukah kalian kawan kita sudah bersama hingga 3 tahun lamanya, banyak cerita yang kita lalui bersama, banyak masalah kita selesaikan bersama. Dan pada akhirnya kita saling menguatkan diantara masalah cinta, kuliah dan organisasinya. Tidak sadarkah kita sudah saling menguatkan ketika salah satu dari kita memiliki masalah? Ya kita memang memiliki latar belakang yg berbeda tapi apa? Kita selalu punya solusi, pemikiran yang berjalan satu arah. Berbicara hal yang tabu sudah menjadi kebi...

pertemuan keempat.

Kita pernah ada disebuah ruang Berdua, diantara hiruk-pikuk yang ada Menghabiskan waktu berpuluh-puluh menit bersama Membicarakan hal yang fana, tapi nyata Tentunya bukan membicarakan tentang kita Awal pertemuan kita adalah sebuah garis waktu Yang ditarik hingga menjadi sebuah titik temu Tak ada yang istimewa pada saat itu, Sama sekali Pertemuan kita yang kedua pun bukan kita yang menginginkannya Lagi-lagi terpaksa oleh keadaan yang mengharuskan kita untuk menyatu Pada saat itu hiruk pikuk sangat menyengat Membuat mata berjelalat dan pikiran semburat Pertemuan ketiga, Kali ini kita bersepakat untuk bertemu Seperti yang kuceritakan di bait pertama Hiruk pikuk yang ada seperti tak ada Suara-suara tersamarkan Hanya ada kita, aku dan kamu Berserta hal-hal tentang kita dan mereka Cerita dan tawa terus mengiringi pertemuan itu Sampai pada saat kita menatap dan saling tertawa, Tawa-pun berhenti, dan kita berani menatap lebih lama Dalam diam kegaduhan Dalam sunyi ke...

Terima Kasih Waktu

Yang datang pasti akan selalu pergi Entah selamanya atau nanti kembali lagi Siapapun tidak akan bisa memungkiri Bahwa akan ada waktu dimana apa yang kita miliki harus pergi silih berganti Tak perlu kau meratapi apa yang akan terjadi nanti Biarlah waktu yang memilih akhir cerita ini Senyuman yang kuharap selalu akan terjadi Bukan tetesan air yang selalu membasahi pipi Mungkin ini adalah ironi Dimana waktu tidak akan bisa diulangi lagi Sebab itu janganlah sampai cinta menjadi benci Hanya karena satu hal yang tidak kau sukai Mudah mendapatkan apa yang kita ingini Tetapi susah mempertahankan agar ia tidak pergi Kalaupun nanti itu harus terjadi Hanya kenanganlah yang masih bisa aku miliki Terima kasih atas kepergianmu Karna hal itu aku menjadi tau Untuk siapa aku mengucap rindu   - nurriansyahr - Surabaya, 06-06-17

Koefisiensi Galaktosa

Kepulan2 ini aku sangat ingat sekali Hasil membaranya asmara yg tengah singgah Perapian itu sengaja kau sundut diantara sela rongga Sakit menusuk tepat saat kau tiba Tapi terimakasih cinta Kau telah menghidupkan lagi sebuah rasa Ditengah aku yg sedang terhimpit penyiksaan Kau datang hadirkan perasaan. Sekali lagi terimakasih Kau datang di saat yg tepat Hadirmu menahbiskan kisah kasih Yang kini menjadikan rindu begitu menyayat Sidoarjo, 6 Juni 2017 @agilranu (Agil Ranu Bintang)

Kau Yang (ku anggap) Tak Pernah Ada

Jika kau mengasingkan kita Setelah sekian retorika yang ada Dalam hati kupertanyakan Tentang arti sebuah kedewasaan kita Sebagian besar memilih untuk menjadi asing Sebagian kecil yang beruntung memilih untuk tetap ada Terlalu cepat bagiku untuk kita menjadi asing Bukankah pasti, nanti kita akan mengasing? Seperti mereka Yang pernah saling mencinta Seperti mereka Yang pernah menghabiskan waktu bersama Seperti mereka Yang tanpa dosa bercumbu dibalik gelapnya siksa dan panasnya neraka Sekali lagi, seperti banyak diluar sana Yang pernah mengucap kata "kita akan selalu bersama, selamanya" Suatu saat, kita akan menjadi seperti mereka Yang pernah begitu mengerti tak lagi mengenali Yang pernah begitu berarti tak lagi menjadi arti Yang pernah begitu dalam menatap tak berkenan melihat lagi Yang pernah begitu rindu tak lagi menginginkan temu Seakan waktu yang mempercepat keterasingan kita Atau hanya kau saja yang memang, sedari dulu menganggap kita tak bermakna...

EVIL CIRCLE

Terikat dalam sebuah kebiasaan Kebiasaan yang terus menerus berjalan Berjalan dengan kesendirian Hingga tetap terbayang dalam angan.  Sudah lama hal ini di mulai Mulai dari kesenangan Membuatnya tetap dalam santai Hingga tersakiti dalam kenangan  Bukan siapa yang salah Tapi apa yang salah Mulai dari menerka salah Hingga memperbaiki yang salah  Mengapa datang jika sama Sama saja dengan yang lain Sama dengan garis lingkaran Lingkaran setan yang tak kunjung berhenti

Ketakutan

Hari-hari ceriaku terlewati dengan sempurna Menggelak tawa dengan pikiran tanpa beban Semua orang pasti berpikiran sama Karna keadaan seperti itulah yang selalu mereka inginkan Namun apa yang aku butuhkan tidak selalu sama dengan apa yang mereka inginkan Mungkin bagi mereka hal itu adalah tujuan Namun bagiku hal tersebut adalah sebuah keteledoran Ya, karna telah kulalaikan suatu hal yang seharusnya aku utamakan Kini benih-benih penyesalan mulai tumbuh dan berkembang Berharap adanya keajaiban setelahnya dia datang Namun rupanya hal tersebut hanyalah angan Karna apapun itu tidak akan bisa merubah keadaan Kini yang muncul hanyalah rasa ketakutan Dimana hanya sebuah tindakan yang mungkin bisa merubah hasil di akhir perjuangan Namun itu pun hanya akan menjadi khayalan Jika di setiap proses usahamu, Tuhan pun kau lupakan   - nurriansyahr - Surabaya, 01-06-17