Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

"aku membutuhkanmu"

Sekali lagi aku terbujur mati membaca bait demi sajak yang kau tuliskan. Tentang rindu, cinta, luka, hidup dan tikus-tikus istana Negara. Sekali lagi, aku iri pada wanita yang kau jadikan inspirasi setiap rima Seakan mampu berbicara, wanita itu bermakna segalanya Setahun lebih sudah kita tidak bersua, Apakabarmu? Bagaimana kabar kotamu disana? Masihkah hingar bingar seperti ibu kota? Atau sekarang sunyi senyap seperti pedalaman desa? Surabaya masih sama, Akupun juga. Yang selalu menantimu untuk pulang Menetap disini berlama-lama. Bercengkrama membahas jiwa dibawah lampu-lampu kota Berbicara tentang mimpi dan fana kehidupan dunia Bernostalgia, bercerita tentang kenangan aku dan kamu Ditemani kopi hitammu dan kopi susuku yang tanpa gula Tentunya bukan kenangan tentang kita, Karena kita belum pernah menciptakan kenangan apapun. Saat merindukanmu, kucoba mengobatinya dengan memesan kopi hitam favoritmu Meneguknya sembari mengingat semua nasehat...

Ironi Karti

Dan aku baru saja mengerti bila dirimu masih sempat mempedulikan aku lewat sosial media, padahal ketika kita bertatap mata seperti individu yang tak pernah mengenal sebelumnya. Ironi ya kita ini? Sama2 sering memperhatikan lewat layar kaca ponsel kita, tapi lucu sekali memang. Sampai saat ini pelukmu adalah salah satu komunikasi yang paling bisa kunikmati. Kita ini layaknya raga yg pernah bersatu lalu berpisah dan menjadi musuh, aku tak ingin demikian. Aku tetap ingin senyum nadirmu menghiasi hari-hariku, maaf saja saat itu kita bertikai dan beradu mulut. Bukan tanpa alasan, kita sama-sama masih kecil tidak dewasa sama sekali melawan keadaan. Biarlah itu menjadi sejarah buruk kita, toh saat tidak bersamamu aku menjadi paham caranya berkembang dan letak ketidakdewasaan kita dimana. Aku benar-benar paham sekarang bagaimana harus memperlakukan kamu, tenanglah persiapkan dirimu saja untuk jadi lebih istimewa.  Persiapkan saja waktu untuk kita bersua nantinya, waktu dimana kita sudah de...