Aku pernah melantunkan irama harapan ke seluruh penjuru kota Sehingga seisi kota itupun tahu, apa harapanku Yang dulu belum menjelma sebagai kamu Hanya menjelma asal pada orang di setiap keramaian yang kutemui Aku pernah melantunkan doa ke seluruh penjuru langit Sehingga semesta sangat tahu, apa mauku Yang dari dulu adalah memang bentuk nyata dari kamu Namun, langit memilih menyimpanmu sembari membenahi aku Beberapa kali aku ditemukan oleh pendahulumu Salah satu adalah bentuk nyata dari pengharapanku Namun apa daya, kami berdoa dengan cara yang berbeda Dan fisikku terlalu jauh dari pengharapannya Salah satu juga pernah dikirimkan kepadaku Untuk mempertebal iman dan akhlaq ku Membantuku menemukan makna dari penciptaanku Beberapa cucu hawa pernah bilang “Kau menjadi lebih baik saat dengannya, tulus, tanpa di buat-buat” Lalu kau datang, menjelma wujud sempurna Dari semua lantunan irama pengharapan dan doa-doaku Sampai saat itu aku tak bisa ...
melewati titik, melompati tanda tanya, menggilas tanda seru, mendobrak tanda kurung, kadang sulit untuk mendeskripsikan rasa. rasa mempunyai seribu makna yang sulit di tuliskan dalam sebuah kata.