Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Banyak Bait Untukmu

Aku pernah melantunkan irama harapan ke seluruh penjuru kota Sehingga seisi kota itupun tahu, apa harapanku Yang dulu belum menjelma sebagai kamu Hanya menjelma asal pada orang di setiap keramaian yang kutemui Aku pernah melantunkan doa ke seluruh penjuru langit Sehingga semesta sangat tahu, apa mauku Yang dari dulu adalah memang bentuk nyata dari kamu Namun, langit memilih menyimpanmu sembari membenahi aku Beberapa kali aku ditemukan oleh pendahulumu Salah satu adalah bentuk nyata dari pengharapanku Namun apa daya, kami berdoa dengan cara yang berbeda Dan fisikku terlalu jauh dari pengharapannya Salah satu juga pernah dikirimkan kepadaku Untuk mempertebal iman dan akhlaq ku Membantuku menemukan makna dari penciptaanku Beberapa cucu hawa pernah bilang “Kau menjadi lebih baik saat dengannya, tulus, tanpa di buat-buat” Lalu kau datang, menjelma wujud sempurna Dari semua lantunan irama pengharapan dan doa-doaku Sampai saat itu aku tak bisa ...

Kakak Laki-lakiku

Sewaktu putih abu-abu Ada pemuda yang meluangkan sebagian hidupnya untukku Bercerita dan bercengkrama penuh makna Membicarakan hal yang tiada habisnya Mengenalkanku pada pahitnya kopi dan dunia Mengulurkan tangan saat tebing mulai curam Mendekap hangat saat dingin malam begitu pekat Menyuguhkanku hidup saat semua terasa mati Menyalakan api saat dunia terasa begitu dingin Menjadi beku saat dunia terasa begitu panas Menjadi air saat yang dibutuhkan hanyalah mengalir Menjadi gemuruh petir saat sepi dunia begitu getir Tak ada rasa cinta atau sayang sebagai kekasih Hanya saling menyemangati ketika hidup mulai pamrih Dari berpuluh bulan kebiasaan yang telah kita dalih Kau lebih dari sekedar kekasih Pemuda itu menyatu dalam satu aliran darahku Kau terasa sama dengan gen penghidupanku Hanya untuk selalu ada dan saling mengasihi Tak ada rasa untuk saling memiliki Karena kau adalah, kakak laki-lakiku. Surabaya, 30 Maret 2017 10.00 - 10.30...

Resah

Bukan, tulisan ini bukan tentang seseorang yang menunggu Bukan juga tentang seseorang yang bergejolak hatinya Tulisan ini ditujukan untuk orang-orang yang berkeinginan maju Menatap masa depan abu Namaku Achmad Danang Rizqi Pratama Tersemat do'a terbaik dari pemberi nama Memikul beban tak berbayang di pundak Entah jalan bercabang mana lagi yang kan ku ambil Sudah banyak jalan berkelok, menanjak maupun menukik tertempuh Semua hanya kembali pada satu titik bernama abu-abu Ya, warna abu-abu Kita tak pernah merasa bahwa jalan yang telah diambil sudah menuju batas Belum, engkau yang berani mengambil kemudi pasti merasa tak ada batas Kadang, diawal melangkah sudah menemukan cahaya terang, apakah itu batas? Apa lagi ditengah ketika engkau mempertanyakan asa, apakah itu jejak usaha? Di manakah akhir? Tak ada yang tahu sampai usaha berakhir Apakah usaha pernah berakhir? Retorika umum yang tak terjawab Mungkin, ini hanya mungkin Keresahan ini berawal dari jiwa yang mengge...

semoga detak dan nafas selalu terjaga

Yang Maha Segalanya. Jagalah nadi mereka Sampai surya bercahaya yang paling terang Sampai hujan tak lagi meresahkan Sampai halilintar mendamaikan Dan, sampai aku Menjadi seperti apa yang mereka sujudkan kepada langit Sampai ucapku tak lagi menyakiti Tindakku tak lagi mengecewakan Sampai anak kalian bertambah satu Yang nanti ku sebut, suami. Sampai nanti, di gubuk kita Ada semua duniawi yang kita pinta Ada banyak gelak tawa malikat kecil, Yang nanti ku sebut, anak. Yang akan menambah bahagiamu. Firda Fadhilah Lubis

Maunya

Maunya langsung saja denganmu Maunya kita segera saja bertemu Lain cerita dirimu dengannya Entah dirimu malu dan diam seribu kata     Maunya segera saja berkata rindu     Maunya ada rasa rindu yg menjadi pilu     Ceritanya kini seketika tidak sama     Walaupun kau lebih memilih dengannya Aku yang tidak begitu tau siapa dia Yang jelas dia lebih sempurna Jelas bagaimana jalan ceritanya Di akhir nanti kau mencari yg lebih indah     Kamu keterlaluan sekali     Kamu menyebalkan sekali     Tapi tak apa     Karena semua maunya     Sudah ada gantinya Waru, 22 Maret 2017 @agilranu (Agil Ranu Bintang)

SEMESTA

Jarak kita hanya sepanjang jalan dharmawangsa namun tak bisa bertemu. Berkali – kali kupaksaan tetap tidak mampu untuk bertemu. Sial memang pada hujan. Tapi aku juga gak bisa menyalahkan hujan. Hujan pun tak tahu kapan ia akan jatuh dan membasahi, hujan itu ikhlas gak pernah marah kitanya aja yang menyalahkan hujan padahal semesta sudah mengaturnya. Oiya semesta, semesta selucu itu memang. Kadang – kadang semau – maunya saja mau gimana tapi kadang juga mengikuti keinginan manusia. Aku jadi teringat pada malam itu, jarak kita hanya selangkah, tangan kita sudah bersua tapi kita tak mampu mengenali satu sama lain hingga siang itu. 7 desember 2016 sekitar pukul 11 kita berjumpa, benar – benar berjumpa dengan tatapan mata. Tak bisa kulupakan siang itu, serasa angin bertiup lebih kencang dan mataku terpaku. Siapa kamu? Lalu kita berkenalan lewat temanku, baru aku tau siapa kamu. Pengecut katamu, tapi nggak begitu. Aku lebih berani dari itu lho, itu Cuma cara semesta mempertemukan kita a...

AKU

Aku ini ya aku Bergaris – garis seperti buku Berlapis – lapis bagai tiramisu Berliku – liku namun tak berbatu Aku ini bisu Lebih baik membisu daripadu ragu Aku ini keras bagai palu Namun tak membatu Angkuh kepada hantu Berteman malam pembenci musuh Perindu yang lucu Malu – malu mau Aku ini ya aku Lugu yang dipukuli waktu -onifurqoni Diantara terik yang belum sakit

Kita Tak Boleh Lupa!

Kau mungkin lupa bagaimana awal kita Kau mungkin lupa, sebelum ini Kita pernah lebih jauh dari ini Kita pernah lebih menyakitkan dari ini Kau yang tidak bisa lupa Dan aku yang ditinggal tanpa jeda Bukankah kisah kita hanya sebersit Selaksa dari duka dan sahaja Aku pernah lebih luka dari ini Kaupun kurasa iya Empat tahun waktuku Dua tahun masamu Atau lebih? Karena setelah denganku Kau tetap menolak untuk lupa Segera akhiri ini, jangan memperdalam duka Segera selesaikan ini, kau menunggu apa? Aku akan pergi jika kau menghendaki Aku akan tinggal jika kau ingin Aku tak pernah ingin pergi Berharap nanti tak lagi sunyi Berharap esok tak lagi sepi Berharap lusa tak lagi benci Berharap keindahan yang hakiki Jika aku harus tinggal, aku akan Jika aku harus pergi, dengan senang hati Jauh sebelum ini Pernah ada yang memilih pergi Dan jauh sebelum ini Kalian memilih mengakhiri Menyakitkan, Berdamai dengan keputusan yang tak kau sepakati Memilukan, Sesuatu ya...

MENGALIR

Nada dan hujan seirama Mengalir dan mengalun Menghidupi dan membasahi Menemani dan meninggalkan Kata dan langkah seirama Berjalan dan bertujuan Mata dan rasa seirama Melihat dan merasakan Langkah kita Mata kita Rasa kita Mengalun dan bernada sama Kita pun seirama Namun tak bersama -onifurqoni menuju pagi untuk ...

dua lembar saja

seseorang yang memandang cinta dengan cara yang sedikit kuno, sedang duduk di tepi jendela. di lantai dua sebuah rumah bergaya belanda dengan lampu tidur masih menyala ia suguhkan siluet dirinya bagi siapapun yang melihatnya renungan kali ini ditemani lagu lagu bernada sendu rupanya dia sedang dirundung ragu lalu memutuskan untuk menulis menggunakan pena saja agar ketika ada diksi yang kurang tepat, dia bisa langsung mencoretnya dia lebih suka meninggalkan jejak kesalahannya, sebagai pengingat agar tak diulangi lagi sebagai pengingat bahwa tak ada yang sempurna begini tulisannya: lembar satu rupa dan buah dada itu bukan cinta cinta itu teduh akasia di hamparan hijau sabana bukan yang sebentar berganti gurun stepa cinta itu debar debar tak berirama namun melantunkan nada nada cinta itu ruh yang ditiupkan setelah dirimu menyatu bersama arteri dan setiap detak jantungmu cinta itu bahasa bagaimana caramu berkata, sembari menatap matanya lalu melihat ke dalamnya, merasakannya, ...

Prosa Satir

Tapi mungkin akhirnya pertanyaan ini benar-benar kutujukan kepadamu, "Apa benar akhirnya bukan aku saja yang menggunakan perasaan, walaupun kita sedang tidak bersama-sama? Apa benar kau menanggapinya dengan segenap rasa?". Seakan dirimu terlalu kasar untuk mengatakan aku akan bertindak hal bodoh dan gila. Rasanya secara logika aku akan melakukan apapun untuk kembali bersama. Lagi-lagi, aku tidak memaksa untuk kita kembali bersama. Tapi kau hanya terlalu berlebihan saja menanggapi itu semua. Oke, aku ingat betul bagaimana kau berkata "Kalau jodoh gak bakal kemana-mana, kalau balik ya nanti balik akhirnya". Kata-kata itu, benar membuatku sangat sadar jikalau aku memang pantas untukmu biarkan itu mengalir saja. Tak perlu benar-benar "keukeuh" untuk berusaha mendapatkan kau kembali dan ada kesan untuk memaksa. Banyak sekali, cerita yang satu persatu mulai tidak diingat oleh otak ini karena memang aku berusaha untuk hilang ingatan dengan memori kita. Rasany...

Itu

Itu hanya luka lama Aku tidak lagi mengagungkan cerita kita Itu hanya perjalanan cinta Aku sudah hampir benar-benar lupa      Tapi kenapa ketika ada tanda tanya      Itu membuatmu menerka-nerka      Bahwa rasa ini masih ada      Tapi mungkin memang ada sedikit yg tersisa      Itu hanya ketakutanmu saja      Jika aku merusak hubunganmu dengannya Aku tak sebodoh yg kau rasa Itu hanya prasangka burukmu saja Aku tak segila yg kau kira Itu karena kamu terlalu takut saja       Mungkin kau merasa aku memang gila       Itu tidak salah, tapi aku menggilai hal yg berbeda       Mungkin aku bodoh seperti yg kau kira       Itu juga tidak salah, tapi kau terlalu bodoh saja Aku menanyakan kabar bukan aku bodoh Aku juga tidak akan segila yg kau pikirkan Aku juga sudah tidak lagi memohon maafmu Itu, mungkin hanya perspektifmu saja ...

Jika

Begitu dalam membicarakan kata cinta Malam ini terasa panjang Dimana kita bertukar kata dan frasa Padahal hanya tinggal dikenang         Jika saja waktu itu         Kita tetap bersama         Tidak ada malam sepanjang itu         Berbicara tentang rasa dan kronologinya Jika kita memilih tetap bersama Kata 'cinta sejati' itu benar adanya Tapi itu hanya logika saja bukan realita Sampai saat inipun cuma ada kata seandainya          Jika memang cerita itu benar adanya          Itu hanyalah angan-angan saja          Untuk mengingatkan bahwa rasa itu pernah ada          Bukan maksud hati untuk merebut kau darinya Surabaya, 14 Maret 2017 @agilranu (Agil Ranu Bintang)

Ritual Membosankan Yang Selalu Ku Impikan #NovelPendek

Sayang, bukankah kita akan melewati sebuah masa dimana sesuatu yang terjadi adalah hal yang sama berulang-ulang setiap hari sampai puluhan tahun? Setiap pagi, mata terbuka disamping ku adalah dirimu dan begitu sebaliknya, kita akan shalat subuh jamaah dan setelah salam saling berjabat tangan kemudian mengadahkan tangan untuk sebuah pengaharapan, aku akan menunggu tukang sayur lewat dan memutar otak untuk membuat menu yang berbeda setiap harinya, menyajikan makanan dan   minuman untuk mengawali hari kita.                 Demi sesuap nasi kita bergegas pergi, tak lupa aku akan salim, kau akan mencium kedua pipi dan keningku sembari dalam hati kita saling mendoakan dan berharap hari ini akan berjalan dengan lancar.                 Kita sepakat untuk sama-sama bekerja, saling membantu satu-sama lain, ya karena banyaknya...