Sejenak ku berfikir Apakah hanya aku yang biasa saja dengan adanya hari ibu Di keluargaku di biasakan semua hari sama saja Tergantung kita mensyukurinya. Tergantung kita memahaminya. Tergangung kita menikmatinya. Namun terkadang aku iri melihat mereka yg sangat seperti teman dengan keberadaan ibunya. Dan AKU? Aku di didik agar tetap menghormatinya tanpa atau dengan seperti teman. Namun aku merasa lebih jarang seperti teman. Namun didikan ibuku juga membuatku merasa sayang yg ga harus diungkapkan pada saat saat tiba. Aku tak paham dengan maksud ibuku mendidik ini. Rasanya seperti tanpa pemanis namun manis Manis !!! Aku sakit ibuku seperti hirau, namun Ia menangis saat solatnya. Itulah manis yg tak nampak dari ibuku. Namun yg kurasakan juga tak nampak. Sejuk sekali hatiku. Bahkan sakitku seperti lupa. Hanya dengan tetesan air mata dibalik kain putih diatas sajadah nya. Seiring dengan itu aku terhenti merasakan hatiku memeluknya dibelakangnya dengan erat. E...
melewati titik, melompati tanda tanya, menggilas tanda seru, mendobrak tanda kurung, kadang sulit untuk mendeskripsikan rasa. rasa mempunyai seribu makna yang sulit di tuliskan dalam sebuah kata.