Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Hai hati... Tenanglah kau...

Hai hati... Ku ingin sedikit menjelaskan padamu. Karena... Aku rasa kamu tidak layak menunggu sosok yg telah mati. Ku teringat sebuah film, "pada saat Zainudin menganggap sudah tidak ada lagi Hayati... Hayati telah mati !". HILANG ! Yaa... Hilang begitu saja tanpa sebab. Hai hati... Tenanglah kau... Hari demi hari... Ku baca lagi... Ku mencerna pelan-pelan dan kata yg tepat adalah "BOSAN". Bosan karena suatu hal yg tdk sesuai apa yg dia inginkannya. Bosan karena masih ada yg bisa mengertinya. Bosan karena yakin tidak akan bisa berubah. Entah selama ini apa yg dia rasakan??? Menemukan ikan cantik lalu bosan lalu buang. Menemukan ikan cantik lalu sekarat lalu buang. Menemukan ikan cantik lalu cacat lalu buang. Hai hati... Tenanglah kau... - M F r s 11\06\20

Hai pikiranku... Maafkan aku...

Hai pikiranku... Maafkan aku... Aku telah membuat momen seperti ini terjadi lagi. Momen dimana ku tak layak dan tak tahu apa yg terjadi. Bukannya aku tak bisa berinstropeksi diri. Namun sebaliknya, aku merasa tak punya hati. Hai pikiranku... Bukannya aku tak mau mengakui. Tapi entah apa yg coba kuperbarui ternyata makin basi. Bodohnya aku sampai ku tak tahu rasa itu telah mati. Hai pikiranku... Maafkan aku... Betapa tololnya aku ! Kusombongkan bahwa caraku yg paling suci. Ku pamerkan ke semua makhluk bumi. "Bahwa cinta terbaik ada dalam doa setiap hari" "Bahwa cinta terbaik tidak mengikuti kata hati sendiri, melainkan memahami kata hati sang kekasih". Tetapi... Kesombonganku menjadi boomerang bagi diriku sendiri. SEMUA SALAH ! Sampai ku menemukan apa yg harus ku lakukan hingga detik ini. Biarkan waktu yg menjawab semua ini. ......................... Aku tak berbicara tentang air mata. Aku tak berbicara tentang sujud pasrah. Aku...