Hai pikiranku...
Maafkan aku...
Aku telah membuat momen seperti ini terjadi lagi.
Momen dimana ku tak layak dan tak tahu apa yg terjadi.
Bukannya aku tak bisa berinstropeksi diri.
Namun sebaliknya, aku merasa tak punya hati.
Hai pikiranku...
Bukannya aku tak mau mengakui.
Tapi entah apa yg coba kuperbarui ternyata makin basi.
Bodohnya aku sampai ku tak tahu rasa itu telah mati.
Hai pikiranku...
Maafkan aku...
Betapa tololnya aku !
Kusombongkan bahwa caraku yg paling suci.
Ku pamerkan ke semua makhluk bumi.
"Bahwa cinta terbaik ada dalam doa setiap hari"
"Bahwa cinta terbaik tidak mengikuti kata hati sendiri,
melainkan memahami kata hati sang kekasih".
Tetapi...
Kesombonganku menjadi boomerang bagi diriku sendiri.
SEMUA SALAH !
Sampai ku menemukan apa yg harus ku lakukan hingga detik ini.
Biarkan waktu yg menjawab semua ini.
.........................
Aku tak berbicara tentang air mata.
Aku tak berbicara tentang sujud pasrah.
Aku pun tak berbicara tentang menjadi gila.
Walaupun seharusnya kuceritakan ini semua pada Malaikat yg membesarkanku.
Namun,
Ku mendengar kabarnya sedang tidak baik di rumah itu.
Berubah wajahku yg berekspresi sedih, menjadi senyum semangat utk wanita itu.
Apa jadinya ketika ku membuat ia makin sedih dan terharu.
Haii pikiranku...
Maafkan aku...
Sekali lagi maafkan aku...
- M F r s
10\06\20
Maafkan aku...
Aku telah membuat momen seperti ini terjadi lagi.
Momen dimana ku tak layak dan tak tahu apa yg terjadi.
Bukannya aku tak bisa berinstropeksi diri.
Namun sebaliknya, aku merasa tak punya hati.
Hai pikiranku...
Bukannya aku tak mau mengakui.
Tapi entah apa yg coba kuperbarui ternyata makin basi.
Bodohnya aku sampai ku tak tahu rasa itu telah mati.
Hai pikiranku...
Maafkan aku...
Betapa tololnya aku !
Kusombongkan bahwa caraku yg paling suci.
Ku pamerkan ke semua makhluk bumi.
"Bahwa cinta terbaik ada dalam doa setiap hari"
"Bahwa cinta terbaik tidak mengikuti kata hati sendiri,
melainkan memahami kata hati sang kekasih".
Tetapi...
Kesombonganku menjadi boomerang bagi diriku sendiri.
SEMUA SALAH !
Sampai ku menemukan apa yg harus ku lakukan hingga detik ini.
Biarkan waktu yg menjawab semua ini.
.........................
Aku tak berbicara tentang air mata.
Aku tak berbicara tentang sujud pasrah.
Aku pun tak berbicara tentang menjadi gila.
Walaupun seharusnya kuceritakan ini semua pada Malaikat yg membesarkanku.
Namun,
Ku mendengar kabarnya sedang tidak baik di rumah itu.
Berubah wajahku yg berekspresi sedih, menjadi senyum semangat utk wanita itu.
Apa jadinya ketika ku membuat ia makin sedih dan terharu.
Haii pikiranku...
Maafkan aku...
Sekali lagi maafkan aku...
- M F r s
10\06\20
Komentar
Posting Komentar