Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Batasku Sampai Di Sini

meman ini jelekku sekaliku jatuh cinta aku benar mencita  tak seolah mencinta caraku memang berbeda aku tak bisa seperti kebanyakan yang mencinta melihatkan memang ini tetap jadi salahku yang lalu biar berlalu aku yang berusaha  belum tentu kamu anggap aku yang hanya bisa ikut di dalammu aku memang tak punya banyak waktu mungkin itu yang menjadi masalah bagimu aku beruaha menyempatkan tapi tetap aku bajinganmu yang tak ada setiapnya

Satu Banding Satu

untuk apa berbicara jika ahirnya tak di dengar. dirasanya tak pernah enak saat membalas. kau memang boleh mencecar. tak selamanya hal itu tanpa balas. kita sudah menjalin satu banding satu. dimana perasaan yang sama telah terukir. namun serasa tak pas jika pada batasku aku tak bisa meluap. dimana luapanku adalah petaka bagiku sendiri. tiap ku meluap kau jadi membisu seperti tak ingin melihat wajahku lagi. aku tak ingin berpisah, aku tak ingin mendengar kata pisah. yang ku dengar pernah kuucap lebih baik aku menyingkir dari hidupmu. aku tak ingin sesungguh sungguhnya. aku hanya dapat memohon jangan berpaling hanya karena hal kecil yang bisa di perbaiki.

Penunggu Waktu Bukan Begini

semuanya hanya mendengar untuk menunggu waktunya masuk kedalam pembicaraan. sadarkah kalian? sebenarnya apa mau kalian tak mau menghargai sekeliling? ego kalian sebesar itukah? yang satu terdiam karena tak mendengar apa kata mereka, yang lain hanya bisa menunggu lawan membisu sedikit sehingga masuk percakapan, tak bisakah kalian melihat sekeliling? tak semua menikmati apa yang kalian asikkan. bukan maunya untuk mencaci, tapi egois sekali kalian hadir semau kalian tanpa peduli sekitar kalian, tuhan tolong jauhkan aku dari semua yang hadir tanpa peduli hati. tanpa tau rasa apa yang dirasa semua. pentingnya hanya diri sendiri tak peduli aku, tak peduli kamu, tak peduli kalian, tak peduli semua.