Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Perihal Rasa (Part Dua)

mungkin tidak ada salahnya jika kembali meletakkan rasa di sudut-sudut kota dan kembali membisikan rasa ke penjuru semesta entah kau berdiam diri ataupun berlari jangan paksa rasa untuk menjadi ada atau jangan menghilangkan rasa yang seharusnya menjadi ada apakabar rasa? apakah kau masih bisa merasa? apakah doa-doa masih menuntunmu? apakah senyum masih terselip disela-sela sendumu? apakah gulana itu masih terselip disela-sela tawamu? sampaikan pada tuan pemilik tatapan dan senyuman penuh syahdu itu. jangan terlalu teduh, aku takut terjatuh dikala terik surya dan derasnya hujan, aku takut akan menjadikanmu tempatku berteduh dan berlama-lama disana, memilih untuk tersesat dalam makna tatap dan senyum mu. Surabaya, 23 April 2017 Firda Fadhilah Lubis

Kamu

Maaf saja jikalau aku selalu merindu Rindu peluk dan hangatnya bersamamu Aku tidak benar-benar tahu siapa kamu Rasanya aku sudah tidak mengenalmu    Sayangku, cintaku, rinduku, senjaku    Kamu yg benar-benar aku tunggu    Ku tak tau siapa kamu dan kapan bertemu    Akhir-akhir ini aku mencarimu Di ujung jalan kita tak segera berjumpa Di ujung usaha kita memilih berpisah Di ujung rasa dirimu malah memilihnya Di ujung jumpa kita akan memulai cinta    Kamu membuat sayang terulang lagi    Kamu membuat cinta bersemi kembali    Kamu membuat rindu makin jadi    Kamu membuat senja menjingga lagi Surabaya - Jakarta, 21 April 2017 @agilranu (Agil Ranu Bintang)

bukan!

Bukan tentang kita yang sudah tak bersama lagi Bukan tentang kenangan-kenangan yang kita cipta Bukan juga tentang kerinduan saat kita bersama Karena memang tak banyak hal hal yang harus ku ingat tentangmu Lebih kepada hal hal yang terjadi saat kita akan berpisah Kita sama sama dengan tega, melepas apa apa yang dulu kita perjuangkan mati-matian Aku maupun kamu Dengan pasti , membiarkan kita pergi Seolah kita adalah sesuatu yang tak bermakna Seolah janji dan perjuangan ketika ingin bersama dulu terasa tak ada Egomu dan lelahku mengalahkan segalanya Aku yang enggan bersabar lebih lama, Coba kau cari wanita mana yang bisa? Ah, pasti ada, semoga kau segera menemukan Dan kamu yang enggan mengerti Apakah ada pria yang mampu memahami? Pasti ada, dan semoga aku segera ditemukan. surabaya, 21 april 2017 11.50 - 12.24  Montase Cafe - Firda Fadhilah Lubis -

Tuan dan Nona

Nona pada Tuan: maaf bila melulu soal cinta tetapi Nona ingin tahu saja salah benar nya bukan milik kita Tuan, kau percaya mana? cinta pada pandangan pertama atau cinta karena terbiasa? Tuan pada Nona: peduli apa Nona tiada getar cinta datang tahu waktu di muka, maka cintalah ia bila masih nanti pun cintalah ia Nona, kau percaya mana? yang terlambat itu waktu atau cinta?

SORE

Suatu sore dibalik kaca Kulihat keluar deret – deret kendaraan melaju pelan Laju yang kelelahan Yang dituntun mentari untuk pergi Kutanya diriku ini Akankah ku jadi mereka Atau kah tetap berada dibalik kaca ini Merintih lirih Memangnya aku harus? Atau ini pilihan belaka Atau kah ini paksaan Aku terbelenggu nafsu Yang ku tahu aku ini tak ragu Untukmu yang terpenting Kata – kata mereka yang terpenting Lalu aku? Mati -onifurqoni menuju senja memandang jalanan

bukan (kah) kita?

Aku memang tak seindah mega Tak seteduh sore Tak selapang langit Tak selembut salju Tak sebening hujan Tak seputih kapur   Dan tak sekuat pikat Parasku tak mampu mengalihkanmu Tuturku tak mampu menenangkanmu Hatiku tak mudah memaafkanmu, apalagi diriku Yang bisa-bisanya terbelenggu oleh cinta yang palsu Bahasa tubuhku meresahkanmu Tangisku kau anggap layu Jiwakupun mudah terbelenggu Dan mataku tak mampu membuatmu jatuh Kedalam sebuah masa bernama waktu Dimana kau berharap detik akan berhenti Agar kau bisa menatapku dalam-dalam Sembari merasakan Tawa dan senyumku pun tak mampu melemahkanmu Menjadi sebuah candu yang selalu membuatmu rindu Semoga kau segera menemukan Senyum, yang selalu membuatmu rindu Dan risau bila tak bergurau dan bertemu Semoga kau segera menemukan segala teduh Yang nanti menjadi tempatmu labuh Berjuanglah untuk segala labuhmu Jika waktu pernah menghentikanmu Kembalilah ke masa itu, perjuangkan tedu...

Akhir akhir ini

Akhir akhir ini Aku mati Ragaku sibuk mencari pundi pundi Jiwaku sibuk mencari jati diri Aku lelah berpacu di kecepatan tinggi Kesana kemari mencari koneksi Hanya demi materi duniawi Tanpa sempat menengok surgawi Tolonglah, sekali ini Berhenti Jangan terus membodohi Aku rindu secangkir kopi Aku butuh diskusi Surabaya 5-4-17 dimashuri

9.50

look, how castengle you are... terimakasih telah menjelma bentuk nyata dari impian belasan tahun yang lalu. terimakasih pernah memberi debar dan kabar pada hati yang dulunya gusar. terimakasih sudah pernah menghidupkan apa yang telah lama mati, hati ini. terimakasih sudah pernah memberi hati untuk kusimpan dan kurawat juga dengan hati. terimakasih telah menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menambah kadar sabar. maafkan, pagi adalah pagi, dan tak bisa menjadi senja yang kau harapkan. maafkan, aku menyerah secepat ini, percayalah, aku telah berusaha sekuat hati. kuharapkan kau segera menemukan senja yang mampu menjadikan rusukmu utuh dan tempatmu labuh. kurahapkan rinduku tak datang, dan tenggelam bersama waktu dan kau yang tak mungkin kembali. walau terkadang, aku masih tetap disini, kilas harap menjadi tempatmu pulang semoga kita selalu bahagia. Surabaya, Selasa 4 april 2017 Firda Fadhilah Lubis