mungkin tidak ada salahnya jika kembali meletakkan rasa di sudut-sudut kota dan kembali membisikan rasa ke penjuru semesta entah kau berdiam diri ataupun berlari jangan paksa rasa untuk menjadi ada atau jangan menghilangkan rasa yang seharusnya menjadi ada apakabar rasa? apakah kau masih bisa merasa? apakah doa-doa masih menuntunmu? apakah senyum masih terselip disela-sela sendumu? apakah gulana itu masih terselip disela-sela tawamu? sampaikan pada tuan pemilik tatapan dan senyuman penuh syahdu itu. jangan terlalu teduh, aku takut terjatuh dikala terik surya dan derasnya hujan, aku takut akan menjadikanmu tempatku berteduh dan berlama-lama disana, memilih untuk tersesat dalam makna tatap dan senyum mu. Surabaya, 23 April 2017 Firda Fadhilah Lubis
melewati titik, melompati tanda tanya, menggilas tanda seru, mendobrak tanda kurung, kadang sulit untuk mendeskripsikan rasa. rasa mempunyai seribu makna yang sulit di tuliskan dalam sebuah kata.