Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

lagi lagi rindu

ketika hati tergerak untuk menjatuhkan rasa ketika dua hati memutuskan untuk saling mencinta bukankah tidak adil jika rindu ini hanya miliku saja? ada rindu yang terus memacu ada temu yang berobyek kamu disetiap nyanyian alam yang kurasa deburan ombak, senyuman matahari tangisan awan hingga bisikan angin hati ini tak mampu menyimpan segala runcing rindunya rindu yang tak tersampaikan rindu yang tak saling merindukan rindu yang tak lagi berbalas rindu raga ini malu jika harus terus mengaku rindu hati ini kaku jika harus terus tak berbalas rindu dan otak pun ikut membeku jika kau tidak menginginkan temu Surabaya, 29 Januari 2017 20.00 WIB Firda Lubis

Tujuan?

Sejenak aku berfikir tentang keindahan Apakah sampai ? benakku menuju tujuan itu? Tidak, tidak mungkin aku berkhayal yang tak mungkin ada di dunia sementara ini. Apakah hanya dengan berfikir tanpa bertindak? Lalu?? Terkadang pula tindakanku diterima di sisiNya? Apakah Sang Penguasa segalanya menerimaku? Sejauh ini aku tak cukup pantas menerima idaman yg terfikirkan selama ini. Lalu?? Berhenti harapanku?? Tidak. Tak semata tindakanku selalu salah. Walau hanya 1 dari banyak perbuatan yg seharusnya ku lakukan sesuai perintahnya. Dan, harapanku hanya satu. "Apapun tindakan yg ku ambil harus bermakna" Itu salah satu tujuan keindahanku - Nanti saat waktunya telah tiba. - M F r s 11 jan 2017 23.13

THE ENDING OF ROLLER COASTER

Berjalan pelan layaknya si kura Yang berjalan memikul beban Tanpa takut mendapat lara Bergerak pasti dengan lamban. Landasan sudah mulai meninggi Cemas sedang dalam posisi Takut menghasut untuk pergi Tapi, biarlah kepercayaan  nanjadi saksi Sekarang sudah mencapai puncak Semakin besar angin yang berhembus Batinpun mulai teracak Tetap yakin batu tetap tertembus Menuruni landasan sangat cepat Adrenalin mulai meninggi Keseruanlah yang didapat Penantian panjang ahirnya terobati Tak terasa ini sudah berahir Dia mulai melambat Berhenti seperti tersihir Namun tetap terasa hebat Ingin rasanya bersama sekali lagi penyembuh pilu layaknya dokter meninggalkannya terasa merugi Tapi, ini adalah ahir bersama roller coaster Abdul Malik Akmal Bukan Siapa-Siapa 11-01-2017

Gemuruh Yang Panjang

Dua triwulan itu Aku bersusah payah Menemukan cara untuk pergi Untuk mencari kesepakatan antara diri dan hati Sebuah gemuruh yang panjang Antara pergi atau tetap tinggal, menunggu. Pergi ataupun menunggu, aku akan tetap merindu. Segala tingkahmu membuatku pilu,namun ku setia menunggu. Sampai pada akhirnya. Di titik itu, aku mulai menyerah dengan rindu. Dua triwulan itu, lelah tanpa berjuang untuk bisa denganmu. Hanya lelah menepis rindu dan menutup pilu. Suatu ketika, setelah sujudku Aku menarik nafas panjang Dan mengalir deras tetesan itu Hari itu, rindu dan pilu luruh seketika Nikmatnya hidup tanpa rindu yang fana Indahnya hidup tanpa menunggu apa yang memang waktu itu ku kira tak mungkin kembali Ku relakan segala tingkahmu Melihatmu tanpa perlu pilu apalagi rindu Jika kau hadir disela layar atau mimpiku Ku hanya tersenyum dan kembali melanjutkan hidup Tak seperti dulu, ada rindu yang menyengat jika melihatmu Dan ketika kau jelas muncul, Menanyakan hal yan...

THE BEGINING OF THE ROLLER COASTER

Berjalan sendiri tak kutemukan tujuan Dengan hati risau bertanya Apa yang hendak ku kerjakan Mengisi kekosongan seperti selayaknya. Ada banyak permainan yang aku mainkan Tak pernah kulihat yang seperti ini Rodanya berputar dalam hantaran Dalam rel yang terlihat berseni Roller Coaster dia punya nama alat Terdengar asik bila di dengar Terlihat menantang jika hanya dilihat Disinilah hati ini terantar Naik di dalamnya sudah terjadi Hati bergetar menahan penasaran Layaknya seperti seorang pejudi Bersama dia ahirnya aku berjalan Abdul Malik Akmal Bukan siapa - siapa 9-01-2017 The ending THE ENDING OF ROLLER COASTER
Macan Asia Macan Asia itu seolah jadi idaman Menyimpan kenangan yang tak lepaskan angan Mengantarkan langkah kaki gadis mungil Gadis yang ingin membenarkan ilusi mimpi kecil Lalu lalang wisatawan, dari berbincang hingga berteman Dari serius hingga meringis, tak satupun unggulkan etnosentris Suhu yang gigilkan tubuh, jemari kaki tangan yang kaku Mengharap lindungan jaket tebal dan tumpukan baju ditubuh Bermodalkan nyali yang tak bisa dibeli Bahkan sekedar arah kota saja ia buta Tapi ia ingin pulang membawa cerita, tak ingin langkahnya sia-sia Menggerutu dalam hatinya "bangsa saya harus bisa seperti macan asia" Kini gadis mungil rindu negara maju itu , ia rindu macan asia yang  dibanggakan dunia Jejak hanyalah jejak yang kini hanya ia lisankan Tersisa kenangan  yang kini ia tulis  dengan manis Nila Afrianti Jepang, 21 November 2016

Gundah

Di depan lampu taman, dikelilingi segerombolan unggas, aku mempertanyakan kehadiranku. Layaknya sekosong rindu para pengadu kasih, meraba sunyi luing-puing bangunan, dan warna gelap di bawah mata para penikmat malam. Aku ingin menjadi rembulan, yang selalu hadir padamu. Meskipun saat siang kan engkau abaikan, dan engkau hanya menatapku lekat di saat gelap dan butuh terang, aku senantiasa mendekapmu, pagi, siang, sore, ataupun malam. Setelah seharian bercengkrama dengan nestapa, bernista dalam rupa dan tertusuk duri kehidupan. Kini kusadari tiap rajut sajak itu tak merupa dirimu. Rangkaian kata itu bukan pelarianku yang kutujukan untukmu. Jangan salah terjatuh pada mereka, sehingga engkau melupakan entitas kasih dari diriku, sang perangkai. Kuncinya ada pada dirimu, aku bukanlah profesor yang mampu menghitung banyaknya rindu, ketika engkau sudah tak dipelupuk mata. Yang mengejar resolusi produktif 2017 05 Januari 2016 Achmad Danang Rizqi Pratama

Pengecut

Kepada kata yang sudah kutanam, aku tak lagi berani untuk menunggang badai, hanya menjadi penunggu horizon untuk berganti lazuardi. Kutitipkan sabda amarah kepadamu, kuracik noda di hamparan putihmu, jemariku sibuk menerkam batang dengan cairan hitam di dalamnya. Lelahnya bukan lelahku, berlebih pedihnya, aku hanyalah aku yang tak berani turun menerjang mata badai, seolah sibuk menerka dipersimpangan hari esok. Jangan berharap aku kan mengharap, terlebih dengan menyatukan harapnya yang berada di dasar samudera jiwanya. Yang sedang mencoba produktif di awal tahun 05 Januari 2017 Achmad Danang Rizqi Pratama 
Alkisah, sang diam memejamkan matanya. Menelan ludah untuk menahan gejolak raga. Ia terjebak dalam sebuah alur. Terkesima tanpa tahu sang empu kapan kan kembali. Dalam rangkaian pergantian malam, sang empu mempertanyakan kesediaan untuk melupakan. Dalam rangakaian pergantian siang, sang diam menjawab dengan senyum ejaan rintik hujan. Jangan kau buat alasan bagaimana sang diam mencintaimu. Logika dan perasaannya masih mempunyai batas untuk menerima suap buah pikirmu. Jika kau ingin diperjuangkan, jangan ragu untuk meminta. Karena sesungguhnya kasih, sedalam-dalamnya palung di samudera, sang diam siap menyelaminya untukmu. Lelah dengan ujian akhir, 05 Januari 2016 Achmad Danang Rizqi Pratama

Lara

Lara yang tak kau rasa Pilu yang tak terasa Bukan masalah tak pernah jumpa Tapi masalah hati yang terlanjur suka Lara yang kuhadapi Lirih yang menemani Bukan aku yang menjauhi Tapi kau yang tak meyakini Lara yang tak kau hiraukan Senja pun engkau biarkan Kini, hanya rasa sesal yang berujung perasaan Kini, hanya sepucuk rindu yang berujung syahdu 'lara' ,jangan seperti hujan yang tak tentu berhentinya kapan 'lara' ,jangan seperti api yang menjalar karena nanti kau akan kubenci Apa guna rangkaian kata indah, kalau kau tak pahami makna anugerah Apa guna pujian manis, kalau kau tega ada hati yang teriris Apa guna bisikan romantis , kalau pada akhirnya ku akan terkikis Nila Afrianti Surabaya, 04 Januari 2017 @nilafrianti

Setidaknya

Setidaknya aku hampir lupa Senandung nyanyian rindu Melodi alunan rasa duka Dan sayup - sayup nada minor yang begitu murung            Setidaknya aku tidak hampir lupa            Bagaimana kita pertama berjumpa            Hingga akhirnya terucap kata pisah            Lalu kembali berkelana mencari cinta Setidaknya aku selalu saja menolak lupa Dimana setiap tawa yang pernah kurasa Setiap tangis yang pernah kita pernah lalui bersama Selalu berujung debat kusir tiada akhir Berjuang demi ego meskipun kita sadar Kita masih saling mencinta hingga akhir perjalanan Sidoarjo, 1 Januari 2017 @agilranu (Agil Ranu Bintang)