Langsung ke konten utama
Macan Asia


Macan Asia itu seolah jadi idaman
Menyimpan kenangan yang tak lepaskan angan
Mengantarkan langkah kaki gadis mungil
Gadis yang ingin membenarkan ilusi mimpi kecil

Lalu lalang wisatawan, dari berbincang hingga berteman
Dari serius hingga meringis, tak satupun unggulkan etnosentris

Suhu yang gigilkan tubuh, jemari kaki tangan yang kaku
Mengharap lindungan jaket tebal dan tumpukan baju ditubuh

Bermodalkan nyali yang tak bisa dibeli
Bahkan sekedar arah kota saja ia buta
Tapi ia ingin pulang membawa cerita, tak ingin langkahnya sia-sia
Menggerutu dalam hatinya "bangsa saya harus bisa seperti macan asia"

Kini gadis mungil rindu negara maju itu , ia rindu macan asia yang  dibanggakan dunia
Jejak hanyalah jejak yang kini hanya ia lisankan
Tersisa kenangan  yang kini ia tulis  dengan manis

Nila Afrianti
Jepang, 21 November 2016

Komentar