Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

sebagian lain

Begitulah oktober dan november Awal dari akhir tahun yang selalu penuh cerita Awal dari musim yang penuh duka bagi orang-orang yang mengecap rindu pada sebuah ingatan Awal dari musim yang penuh makna bagi orang-orang yang ditahan oleh rintiknya, untuk berlama-lama dengan sosok yang dicinta Segala aroma dan mendung yang mengantarkannya Dan entah dibuka oleh gerimis manis ataupun deras yang sadis Musim penghujan selalu punya arti dibalik hadirnya Sebagian memaknai rintik sebagai pisau tajam yang menusuk luka semakin dalam Segala kenangan hanya bisa menjadi ingatan menyayat rongga dada, menambah duka, dan memberatkan kepala Menyadarkan bahwa memang ada sesuatu yang tak mungkin bisa kembali, seperti rintiknya Mengisyaratkan bahwa yang jatuh tak akan kembali lagi untuk membasahi Sebagian lagi memaknai rintiknya sebagai pengganti air mata Tetesan yang turun seperti membentuk sebuah pola Sebuah adegan lama yang pernah ada dikala hujan tiba Saat-saat dulu bersama, kini hanya m...

Siklus Langit: Siang

Aku mendamba langit yang tenang Kebiruan... Membuai khayalan Angin menari tanpa segan Di bawah hamparan cirrus dan altus yang beriringan Siang, adalah yang paling benderang Sungguh, indahnya langit yang begitu saja Yang sederhana Begitu pula dirinya Aku mencintai dirinya yang begitu saja Yang sederhana Dalam panorama yang indah itu Aku hanyalah butiran debu Dan cukup tahu diri untuk disebut upik abu Sementara itu Kutemukan makna tersirat Dalam tiap doa yang terjawab Menghapus ragu dan segala yang ambigu Tentang dia yang bersamaku Langkah yang kian ringan Menapaki jalanan masa depan Ini adalah selamat tinggal ku Walau tak jarang Segala tentang dirinya datang Sesak penuhi hati dan ingatan Inikah ujian keteguhan? Atau semesta tengah selipkan pesan? Aku terlalu lelah mencari arti Tidak lagi, tidak kali ini Segala yang datang Akan kunamakan kenangan Biarkan saja begitu... Bila tiba waktuku merindu Yang ada hanya aku Mengingat dirinya yang sempurn...

aku-pun tak ingin

maaf bila senjamu tak lagi jingga maaf bila tamanmu tak lagi berbunga maaf bila lautmu tak lagi berombak dan maaf bila semestamu kini tak lagi sama tenanglah, bila kau lah semestanya jingga mu kan kembali mengindahkan bunga mu kan kembali menghidupkan ombak mu kan kembali menguatkan dan semestamu, utuh, menyempurnakan. aku disini entah untuk apa mengapa dan bagaimana membuatmu semakin rela, atau malah membuatmu semakin membenci luka yang ada salah satu doa terbaikku, untukmu. ku harap segala lukamu segera pulih oleh waktu ku harap segala rindumu segera berporos temu ku harap segala air matamu berganti bahagia yang tak lagi semu ku harap segala rela-mu, tergantikan atau kembali dengan yang lebih baik. aku disini, jika memang perlu, ambilah kembali apa yang nanti separuhnya sudah menjadi aku. surabaya, 18 november 2017 00:32 firda fadhilah lubis

Baru Kusadari

Mulanya baik saja Masih tersegel rapi disudut hati Sampai hari itu tiba Perlahan merasuki memori Lama kusadari Waktu tak pernah kembali Bukan ia yang datang menerus, bertubi Yang selalu hadir selama ini Tapi kenangmu yang menjangkit sistem kerja otak kiri Rasamu yang menggerogoti hati Perlahan, dan pasti Empat tahun belakangan ini Karena yang fana adalah waktu, Kita abadi Maaf tahun ini terlambat sekali. Aku sibuk sendiri. Dan lagi, tak ada inspirasi. Tapi tenang saja, ini masih terus berlanjut. Hingga nanti .. Surabaya 17-11-17 dimashuri

Rindu.

Setiap detik ku butuh suara yang berniat ingin menghapuskan rindu ini yang terpendam dalam. Namun entah mengapa ku takut mendengar suara dan tampak wajah berseri itu. Ketakutan itu membuat rindu ini makin tak tertampung. Bak boomerang Tapi, entah mengapa aku malah membuat kacau ini semua. Seakan aku laki2 tolol yang berpikir begitu. Tapi ku merasakan sepeti itu. Batasan rinduku sudah penuh warna merah dalam termometer. Tapi dirasa warna merah dalam termometer itu hanyalah rayuan. Memang laki2 seperti ku pantas dibilang tolol.

Bersiaplah

Di gelap menjelang dini pagi. Tulang belakang berserakan dalam tubuh ini. Lagi lagi pemeran ini menjalankan apa yang tlah diaturNya. Meyakinkan dunia ini hanya fana belaka dan akan ada hikmah. Guna menebar nama yang seakan berguna nantinya. Dan. Tanpa munafik pemeran ini juga butuh alat tukar tuk menyambung nafasnya.