Setiap detik ku butuh suara yang berniat ingin menghapuskan rindu ini yang terpendam dalam.
Namun entah mengapa ku takut mendengar suara dan tampak wajah berseri itu.
Ketakutan itu membuat rindu ini makin tak tertampung.
Bak boomerang
Tapi, entah mengapa aku malah membuat kacau ini semua.
Seakan aku laki2 tolol yang berpikir begitu.
Tapi ku merasakan sepeti itu.
Batasan rinduku sudah penuh warna merah dalam termometer.
Tapi dirasa warna merah dalam termometer itu hanyalah rayuan.
Memang laki2 seperti ku pantas dibilang tolol.
Komentar
Posting Komentar