Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

perihal selepas kehilangan

Entah apa makna dari tetesan duka ini Basah yang selalu menghujani pipi Kawan, apakah kau tau ini mengapa? Bahkan hati dan logikaku sendiri tak mampu memaknainya Tuhan, redakan basah ini Yang masih, seringkali membuat pilu dihati Rasanya bukan cinta, karena memang sudah memudar sejak lama Rasanya juga bukan rindu, karena rindu sudah kubunuh mati sejak kepergiannya Walaupun terkadang sempat hadir sebagai sebuah hal yang kunamai kenangan Kawan, bantu aku menemukan jawabnya Dari sekian hal yang tidak juga kuikhlaskan, bahkan aku tak tahu apa dan mengapa Dari sebab apa yang membuat hujan di pipi aku tak tahu apa perangsangnya Bukan cinta, bukan pula rindu Lalu apa? Aku akan berusaha menerka jika bukan cinta dan rindu jawabnya Apakah karena kau terlihat baik baik saja atas ketidakbaikan kita? Apakah aku begitu naïf hingga membencimu? Apa karena aku tak kunjung melihatmu merumahkan wanita lain? Kau sepertinya sudah, semoga kalian utuh Segera beri tahu dunia, bahwa kau te...

Catatan api

"Tak perlu membakar kain hanya karena setitik noda , aku tak pernah membuang muka dari kau hanya karena sebuah kesalahan"  "Apapun yang kau tulis dan katakan,   itu semua hanyalah kulit. Sebab, inti dari masalah adalah sebuah rahasia yang tak terungkapkan   Bukan sekedar mengatasnamakan alasan klasik" "Jika 6  orang ingin memasuki sebuah rumah, dan hanya 5  yang menemukan jalan masuk. Tuan rumah seharusnya tidak mengatakan, “mungkin sudah jalannya"  seharusnya ia memberi tahu jalan kebenarannya." "Nasehat dari sahabat sangat diperlukan sehingga seperti air yang memberi penghidupan , ketahuilah bahwa nasehat adalah sebuah kalimat biasa ,tapi bila ia terus disampaikan akan berubah menjadi kenyataan ,supaya itu terwujud janganlah berpisah dari kerang jika tetesan air hujan belum lagi menjadi mutiara"

Equilibrium Minuial

Senjaku kini tidak lagi sepi. Lihatlah disana di ujung cakrawala, lautku berkabut oleh awan bukan oleh kedinginan. Tapi tak mengapa, karena senjaku hari ini kita bisa bertemu lagi. Malamku kini tidak gelap lagi. Mungkin sinarmu sudah menerangi nyalanya raga ini. Atau mungkin hati ini sudah terlalu meriah karena hadirmu kini sudah menghiasi hari. Surabaya, 18 Juli 2017 @agilranu (Agil Ranu Bintang)

perihal keluarga : tentang para krucil

Teruntuk habibi nur rahman, hanna humaira yudanto, muhammad hafizh alifandra hutomo, raynar nismara putra, shena michaella, dan ponakan-ponakan krucil lainnya. Terimakasih sudah membuat hidup onti, tante, bunda, mbak (haha ga pantes sama syekali dipanggil bunda, but raynar always call me "bunda firda") lebih berwarna dari sebelum-sebelumnya. Entah mulai kapan mulai suka sama anak kecil, kayaknya kelas 2/3 SMA waktu liburan kerumah temen dibali selama 2minggu, dia punya adik perempuan yg umurnya 2tahunan, jadi selama 2 minggu interaksi full sama krucil itu, namanya nana, kayaknya nana itu my first baby crush deh wkwkw, dari situ mulai ngamatin anak kecil sukanya apa sih, kalo nangis harus gimana, cara ngenalin benda-benda itu gimana sih, cara ngajarin nyanyi, dan lain sebagainya. Mulai dari situ berani gendong anak kecil, suka ngobrol sama anak kecil (yaaaaa walaupun ga direken dan ga nyambung wkwkw) Nasib mama adalah anak terakhir, jadi sepupu-sepupu pada jauh banget ja...

Malam itu

Malam itu . . . Lagi lagi tanpa hadirnya ayah. Sumpahku tak bermakna dalam sendu ku. Keringatku tak berarti dalam menyambung hidupku. Bebanku tuk mimpi mimpinya tak berujung hanya satu. Bebanku tuk mimpi mimpinya tak berarti imbalanku. Bebanku tuk mimpi mimpinya adalah mimpi kecilku saat 'laki laki tak hadir malam itu' berangkat lebih dulu. TAPI ! Mengapa? Mengapa Ia menggapku seperti itu? Menganggapku makhluk kotor!, makhluk durhaka!, makhluk cacat yang merepotkan!. Omonganku hanya sampahh!!!! Tak berguna!!!! Ah entahlahh!? Inshallah. Allah tetap bersamaku, Allah tetap bersamanya, dan Allah tetap bersama 'laki laki tak hadir malam itu' Semoga laki laki itu tak kecewa denganku. - M F r s 21-07-2017

TENTANG ELEMEN

sudah hampir tengah malam. aku duduk di pinggir jalan, tanpa alas karena celanaku memang sudah kotor dan yang aku benci adalah, sudah sesak juga. aku menikmati jalanan yang sepi dan juga seni gravity tidak terbaca oleh mataku, namun menurutku terlalu indah untuk dikatakan vandalisme. seorang teman lamaku disitu, menepuk bahuku sambil berkomentar. lebih terdengar seperti mengeluh. aku tahu karena aku juga sering melakukannya pada diriku sendiri ya, mengeluhkan tubuhku yang semakin melebar. kami disitu bukan tanpa alasan kami disitu karena ban motornya sedang bocor. dan ini sudah kali keempat sepanjang pertemanan kami. sialnya selalu terjadi saat perjalanan mengantarku pulang. dia memutuskan untuk merokok, dua meter di belakangku dan aku memutuskan untuk duduk dan melihat proses penambalan dengan seksama. ternyata tak cukup menarik sehingga hanya mampu bertahan sekitar lima menit saja. aku kembali menikmati jalanan yang sepi. menatap lampu jalan lalu menatap bulan, yang jika...

untuk WAGZ

teruntuk kalian, sebenar-benarnya makna pelipur lara bukti betapa baiknya sang maha kuasa memberikanku bukan hanya satu saja, namun kalian semua kelak kita tidak akan sedekat ini lagi kelak rindu itu akan menghampiri dan ketika saat itu tiba, kita akan tetap disana tersimpan rapi di sudut hati menggenggam jemari lelahmu, berjalan melawan arus waktu membawamu tepat di depan pintu di bawah atap rumah putih itu dimana aku, kamu, dan kita semua menuliskan kisah kasih bahagia diatas perkamen kecoklatan dengan tinta pengharapan setiap gulungan adalah kisah untuk masa depan terkadang kita tuliskan di kedai kopi kesukaan atau di tengah hiruk pikuk bendera biru-kuning dan kelabu terlalu sebentar rasanya beberapa tahun belakangan untuk dihabiskan bersama kalian, kawan tiga puluh satu pertanyaan yang sama* dalam sastra terindah yang ke lima puluh lima dan kalian adalah salah satu dari nikmat Tuhan yang tak akan ku dustakan *QS Ar Rahman Elfa Nandia Nuraga Ramadhan 20...

perihal kehidupan : tentang keputusan

Pertanyakan, perjuangkan dan temukan jalan keluar tentang apa saja yang sekiranya membuatmu mengganjal dan menghambat hari-harimu. Pertanyakan dalam doa atau dalam nyata. Selama doa tak mampu melegakanmu, bertindaklah! Selama tak melanggar norma agama dan budaya dan tidak merendahkan harga dirimu, lakukan saja apa yang membuatmu lega dan gembira. Lakukan hal-hal yang sekiranya bisa menghapus luka dan mendatangkan rela. Setidaknya kau telah mencoba, apapun hasilnya! Bukankah kau sekarang ada pada proses "pendewasaan"? Dimana segala hal kau pertimbangkan baik-buruknya. Dan setiap pilihan selalu ada konsekuensinya. Tinggal bagaimana kita berencana kedepannya, kita harus bersiap-siap akan konsekuensinya baik secara internal maupun eksternal. Internal, disini konsekuensi yang akan terjadi didalam kita, jiwa. Mungkin kau akan lega, namun bila hasilnya tak sesuai dengan dugaan kau akan kecewa, dan pasti menambah luka. Namun disini, percayalah serahkan hasilnya pada Tuhan, selam...