Pertanyakan, perjuangkan dan temukan jalan keluar tentang apa saja yang sekiranya membuatmu mengganjal dan menghambat hari-harimu. Pertanyakan dalam doa atau dalam nyata. Selama doa tak mampu melegakanmu, bertindaklah! Selama tak melanggar norma agama dan budaya dan tidak merendahkan harga dirimu, lakukan saja apa yang membuatmu lega dan gembira. Lakukan hal-hal yang sekiranya bisa menghapus luka dan mendatangkan rela. Setidaknya kau telah mencoba, apapun hasilnya!
Bukankah kau sekarang ada pada proses "pendewasaan"? Dimana segala hal kau pertimbangkan baik-buruknya. Dan setiap pilihan selalu ada konsekuensinya. Tinggal bagaimana kita berencana kedepannya, kita harus bersiap-siap akan konsekuensinya baik secara internal maupun eksternal.
Internal, disini konsekuensi yang akan terjadi didalam kita, jiwa. Mungkin kau akan lega, namun bila hasilnya tak sesuai dengan dugaan kau akan kecewa, dan pasti menambah luka. Namun disini, percayalah serahkan hasilnya pada Tuhan, selama kau telah berjuang maksimal dan menanti hasil. Berdoalah, dan yakinlah bahwa hasil tersebut adalah takdir yg paling terbaik bagimu. Kau harus bisa menjaga jiwamu, jiwa adalah pengendali nurani, jiwa adalah salah satu sumber kaitan logika dalam kepala kita. Jangan terlalu lama membuat jiwamu sakit. Berdamailah dengan keputusanmu dan konsekuensi dari hasil itu. Tak lupa, kau harus paham yang kau hadapi seperti apa, siapkan hasil terburuk dan terbaik, rencankanlah tindakanmu selanjutnya! Namun jika, semua di luar dugaan, tenang saja, Tuhan masih memberimu jeda untuk berfikir, kadang juga Tuhan memberikan jalan keluarmu lewat manusia lain, jangan takut meminta pendapat kpd orang lain, itulah guna manusia --- saling menyempurnakan satu sama lain. Setelah semua kau lewati, berjanjilah! Kau akan komitmen dengan segala kesepakatan yang kau buat pada dirimu sendiri dan pada semesta yang lain. Maka Insha Allah semua akan berjalan dengan baik, dan kau akan ditunjukan jalan mana yang benar dan harus kau pilih. Terus berjuang, menunggu ataupun pergi. Terkadang memang, tidak semua pertanyaan terjawab, walaupun kita telah secara gamblang dan jelas mempertanyakannya, namun, segala permasalahan pasti selesai, permasalahannya disini adalah kau hanya butuh jawaban dan hasil, apapun jawaban dan hasilnya yaitulah, jangan mencari-cari masalah lagi dan menggusarkan jiwamu dengan permasalahan dan tuan yang sekiranya hanya merusak jiwamu.
Eksternal, disini kaitannya dengan lingkungan atau manusia lain yang berhubungan dengan permasalahanmu saat itu. Bagaimanakah kira-kira dampak dari keputusan yang kau ambil pada lingkungan atau manusia lain tersebut. Jangan lupa, setiap mengambil keputusan. Cobalah lihat dari kacamata dan hati nurani orang lain, posisikan dirimu pada posisi manusia lain yg terlibat dalam permasalahan tersebut. Bertanyalah dalam diri "apakah yang kulakukan ini sudah benar, tidak merugikan dan tidak menyinggung? Apakah pantas?" Ketika refleksi dirimu mengatakan "semua wajar wajar saja" maka bisa jadi "eksternal" tersebutlah yang kemungkinan besar salah atau memang tidak bisa terselesaikan dengan baik. Memang manusia nya punya ideologi yang tak sewajarnya atau memang permasalahan yang terlalu rumit. Jika dampak dari eksternal sekiranya bertambah buruk, jangan sekali-kali menyalahkan diri atas keputusan yg telah kau ambil, kau akan semakin berduka! Tersenyumlah, itu adalah pertanda dari Tuhan bahwa jika kau nanti mendapat cobaan yang sama, kau pasti bisa lebih hebat dari ini dalam menyelesaikannya! Jadikan pelajaran!
Mungkin disini masalah tersebut malah semakin runyam atau manusia lainnya semakin membenci dirimu karena keputusan yang telah kau ambil. Jika semakin runyam, berdoa dan selesaikanlah dengan segera!!! Namun, jika manusianya yang pada akhirnya membenci dirimu, biarkanlah:) jangan lupa untuk meminta maaf dan berterimakasih atas segala partisipasinya dalam hidup kita selama ini. Lagi-lagi, segala hasil pasrahkan kepada Tuhan, maka tak lama setelah itu, kau akan tahu kau harus bagaimana. Semesta menunjukan skenarionya.
Setelah lega, dan permasalahan selesai jangan lupa berterimakasih kepada Tuhan, atas ke-maha-segalaannya didalam setiap detik hidup kita. Jangan lupa, kau punya rencana! Lakukanlah! Sesegera mungkin! Jangan menunda atau kau semakin menambah duka dan memperlebar luka! Menangislah jika harus menangis, jika kau benar-benar mempasrahkan hasilnya pada Tuhan, insha Allah itu akan menjadi tangisanmu yang terakhir untuk permasalahan tersebut.
Sekali lagi, jangan mencabang banyak pertanyaan, mengapa begini, seharusnya begitu, bagaimana bisa seperti ini, jangan! Sampai kapan pertanyaan itu berakhir? Yang kau butuhkan adalah jawaban, bukan jawaban yang sesuai dengan yang kau ekspektasikan! Jika tak sesuai harapan, kau hanya perlu mengerti bahwa takdir memang seperti ini dan semesta ada maksud tersendiri.
Pergilah jika kau harus benar-benar pergi, bahkan jika "pergi" itu sesuatu yang bertentangan dengan kebiasaan maupun nurani sosialmu, kasihanilah jiwamu, runtuhkanlah ego-egomu. Pergi tak selamanya jahat, tak bersilaturahmi pun tak selamanya berdosa, jika ketika bersilaturahmi malah menambah maksiat dan luka. Menghilang lah sehilang-hilangnya, DAN JANGAN BERHARAP SEDIKITPUN KAU AKAN DICARI! Jangan meninggalkan apapun bahkan jejak kaki, biarlah kenangan yang tertinggal, itu mutlak, tak bisa kau hapus kenangan, tak akan pernah, kenangan hanya akan bisa teralihkan oleh kenangan yang lebih baru. Biarkan saja kenangan itu tetap ada, berupa pikiran dan ingatan. Biarkanlah kenangan tetap ada pada wujud yang tak berwujud.
Sembari proses pergi, berbicaralah pada Tuhan, berdoalah untuk dirimu dan dirinya, mohon ampun atas segala dosa dan semoga diberi segala bahagia, mintalah untuk menjadi manusia yang lebih baik, baik kau maupun dia. JANGAN MENDOAKAN JELEK! Tidak ada untungnya dan jika kau sial, doa jelek itu akan berbalik menimpamu sendiri, naudzubillah!
Pergilah, menghilanglah dalam ketiadaan. Carilah keberwujudan lainnya, carilah kenangan-kenangan baru lainnya. Semua tak akan sama, perlahan kau akan menemukan jawabannya, atau perlahan kau akan menyadari bahwa memang takdir sudah begini adanya, kita di tempa permasalahan untuk dapat memetik pelajaran, kita akan naik derajatnya, dan jangan lupa semesta masih menyimpan rahasia indah dibalik segala duka dan luka, semesta masih menyimpan waktu untuk kau suatu saat berkata "ternyata pergi dan semua hal yang ku lakukan benar, ternyata ini jawabannya, terimakasih Tuhan"
karena hanya dalam ketiadaan kau mampu menemukan dirimu secara utuh, jangan ragu, untuk menjadi tiada dan tetap utuh secara jiwa.
Surabaya, 15 Juli 2017
00.00 - 01.09
Firda Fadhilah Lubis
Bukankah kau sekarang ada pada proses "pendewasaan"? Dimana segala hal kau pertimbangkan baik-buruknya. Dan setiap pilihan selalu ada konsekuensinya. Tinggal bagaimana kita berencana kedepannya, kita harus bersiap-siap akan konsekuensinya baik secara internal maupun eksternal.
Internal, disini konsekuensi yang akan terjadi didalam kita, jiwa. Mungkin kau akan lega, namun bila hasilnya tak sesuai dengan dugaan kau akan kecewa, dan pasti menambah luka. Namun disini, percayalah serahkan hasilnya pada Tuhan, selama kau telah berjuang maksimal dan menanti hasil. Berdoalah, dan yakinlah bahwa hasil tersebut adalah takdir yg paling terbaik bagimu. Kau harus bisa menjaga jiwamu, jiwa adalah pengendali nurani, jiwa adalah salah satu sumber kaitan logika dalam kepala kita. Jangan terlalu lama membuat jiwamu sakit. Berdamailah dengan keputusanmu dan konsekuensi dari hasil itu. Tak lupa, kau harus paham yang kau hadapi seperti apa, siapkan hasil terburuk dan terbaik, rencankanlah tindakanmu selanjutnya! Namun jika, semua di luar dugaan, tenang saja, Tuhan masih memberimu jeda untuk berfikir, kadang juga Tuhan memberikan jalan keluarmu lewat manusia lain, jangan takut meminta pendapat kpd orang lain, itulah guna manusia --- saling menyempurnakan satu sama lain. Setelah semua kau lewati, berjanjilah! Kau akan komitmen dengan segala kesepakatan yang kau buat pada dirimu sendiri dan pada semesta yang lain. Maka Insha Allah semua akan berjalan dengan baik, dan kau akan ditunjukan jalan mana yang benar dan harus kau pilih. Terus berjuang, menunggu ataupun pergi. Terkadang memang, tidak semua pertanyaan terjawab, walaupun kita telah secara gamblang dan jelas mempertanyakannya, namun, segala permasalahan pasti selesai, permasalahannya disini adalah kau hanya butuh jawaban dan hasil, apapun jawaban dan hasilnya yaitulah, jangan mencari-cari masalah lagi dan menggusarkan jiwamu dengan permasalahan dan tuan yang sekiranya hanya merusak jiwamu.
Eksternal, disini kaitannya dengan lingkungan atau manusia lain yang berhubungan dengan permasalahanmu saat itu. Bagaimanakah kira-kira dampak dari keputusan yang kau ambil pada lingkungan atau manusia lain tersebut. Jangan lupa, setiap mengambil keputusan. Cobalah lihat dari kacamata dan hati nurani orang lain, posisikan dirimu pada posisi manusia lain yg terlibat dalam permasalahan tersebut. Bertanyalah dalam diri "apakah yang kulakukan ini sudah benar, tidak merugikan dan tidak menyinggung? Apakah pantas?" Ketika refleksi dirimu mengatakan "semua wajar wajar saja" maka bisa jadi "eksternal" tersebutlah yang kemungkinan besar salah atau memang tidak bisa terselesaikan dengan baik. Memang manusia nya punya ideologi yang tak sewajarnya atau memang permasalahan yang terlalu rumit. Jika dampak dari eksternal sekiranya bertambah buruk, jangan sekali-kali menyalahkan diri atas keputusan yg telah kau ambil, kau akan semakin berduka! Tersenyumlah, itu adalah pertanda dari Tuhan bahwa jika kau nanti mendapat cobaan yang sama, kau pasti bisa lebih hebat dari ini dalam menyelesaikannya! Jadikan pelajaran!
Mungkin disini masalah tersebut malah semakin runyam atau manusia lainnya semakin membenci dirimu karena keputusan yang telah kau ambil. Jika semakin runyam, berdoa dan selesaikanlah dengan segera!!! Namun, jika manusianya yang pada akhirnya membenci dirimu, biarkanlah:) jangan lupa untuk meminta maaf dan berterimakasih atas segala partisipasinya dalam hidup kita selama ini. Lagi-lagi, segala hasil pasrahkan kepada Tuhan, maka tak lama setelah itu, kau akan tahu kau harus bagaimana. Semesta menunjukan skenarionya.
Setelah lega, dan permasalahan selesai jangan lupa berterimakasih kepada Tuhan, atas ke-maha-segalaannya didalam setiap detik hidup kita. Jangan lupa, kau punya rencana! Lakukanlah! Sesegera mungkin! Jangan menunda atau kau semakin menambah duka dan memperlebar luka! Menangislah jika harus menangis, jika kau benar-benar mempasrahkan hasilnya pada Tuhan, insha Allah itu akan menjadi tangisanmu yang terakhir untuk permasalahan tersebut.
Sekali lagi, jangan mencabang banyak pertanyaan, mengapa begini, seharusnya begitu, bagaimana bisa seperti ini, jangan! Sampai kapan pertanyaan itu berakhir? Yang kau butuhkan adalah jawaban, bukan jawaban yang sesuai dengan yang kau ekspektasikan! Jika tak sesuai harapan, kau hanya perlu mengerti bahwa takdir memang seperti ini dan semesta ada maksud tersendiri.
Pergilah jika kau harus benar-benar pergi, bahkan jika "pergi" itu sesuatu yang bertentangan dengan kebiasaan maupun nurani sosialmu, kasihanilah jiwamu, runtuhkanlah ego-egomu. Pergi tak selamanya jahat, tak bersilaturahmi pun tak selamanya berdosa, jika ketika bersilaturahmi malah menambah maksiat dan luka. Menghilang lah sehilang-hilangnya, DAN JANGAN BERHARAP SEDIKITPUN KAU AKAN DICARI! Jangan meninggalkan apapun bahkan jejak kaki, biarlah kenangan yang tertinggal, itu mutlak, tak bisa kau hapus kenangan, tak akan pernah, kenangan hanya akan bisa teralihkan oleh kenangan yang lebih baru. Biarkan saja kenangan itu tetap ada, berupa pikiran dan ingatan. Biarkanlah kenangan tetap ada pada wujud yang tak berwujud.
Sembari proses pergi, berbicaralah pada Tuhan, berdoalah untuk dirimu dan dirinya, mohon ampun atas segala dosa dan semoga diberi segala bahagia, mintalah untuk menjadi manusia yang lebih baik, baik kau maupun dia. JANGAN MENDOAKAN JELEK! Tidak ada untungnya dan jika kau sial, doa jelek itu akan berbalik menimpamu sendiri, naudzubillah!
Pergilah, menghilanglah dalam ketiadaan. Carilah keberwujudan lainnya, carilah kenangan-kenangan baru lainnya. Semua tak akan sama, perlahan kau akan menemukan jawabannya, atau perlahan kau akan menyadari bahwa memang takdir sudah begini adanya, kita di tempa permasalahan untuk dapat memetik pelajaran, kita akan naik derajatnya, dan jangan lupa semesta masih menyimpan rahasia indah dibalik segala duka dan luka, semesta masih menyimpan waktu untuk kau suatu saat berkata "ternyata pergi dan semua hal yang ku lakukan benar, ternyata ini jawabannya, terimakasih Tuhan"
karena hanya dalam ketiadaan kau mampu menemukan dirimu secara utuh, jangan ragu, untuk menjadi tiada dan tetap utuh secara jiwa.
Surabaya, 15 Juli 2017
00.00 - 01.09
Firda Fadhilah Lubis
Komentar
Posting Komentar