Apa? Apa yang aku rasakan sekarang? Apakah aku merasa senang? Apakah sedih yang sedang kurasa? Kapan? Kapan aku bisa merasakan? Kapankah senang menemani diriku? Kapahkah sedih melanda hariku? Dimana? Dimana kualami rasa ini? Rasa yang sebenarnya menjadi dambaan. Harapan semua orang yang memiliki hati. Siapa? Siapa yang dapat menghantarkanku menemuinya? Diakah yang mengisi senangku dalam impian? Sedihkah yang sebenarnya diberi ketika hati gundah? Bagaimana? Bagaimana bisa kumerasakan senang seperti saat ini? Tapi sedu sedang berkutat? Senang bisa diingat, Sedih sedikit bersua. Mengapa? Mengapa gundah dirasa? Ketika duka dan riang bersatu. Terkenang bergandengan, walau hanya kenangan yang terngiang. Bukan. Bukan itu yang ku mau. Bukan hanya serangkai kata. Bukan hanya sebuah harapan. Abdul Malik Akmal
melewati titik, melompati tanda tanya, menggilas tanda seru, mendobrak tanda kurung, kadang sulit untuk mendeskripsikan rasa. rasa mempunyai seribu makna yang sulit di tuliskan dalam sebuah kata.