Mata gadis kecil itu semakin sayu,
Nanar dan terkulai tak berdaya,
Tak seperti tatapannya di awal tahun,
Bersinar bak supernova.
Bibir gadis kecil itu semakin pucat,
Kering dan pecah tak melekuk,
Tak seperti senyumnya di awal tahun,
Merekah bak bunga mawar.
Setelah ia berdamai dengan waktu dan segala bujuk rayu,
Sore itu kumendengarkan ia bersenandung dengan rintik di pelupuknya.
Selama ini gadis kecilku berwatak periang, menebar senyum dan canda renyah,
Gadis kecilku tak ingin memperlihatkan,
Beban dosa yang ia pikul di pundaknya,
Teramat pelan ia merintih,
'biarkan aku mempermainkan hatiku sendiri, bukan dia dan kongsinya yang culas. Aku percaya pada-Nya, setiap hembus doa yang kupanjatkan untuk-Nya, membuatku tak takut pada setan diujung sana.'
Naif memang,
Aku yang menganggap diri seorang lelaki,
Hanya dapat mengutuk,
Mengangguk berujar madu,
Mengusap lembut tak berisyarat,
Tanpa bisa memapah beriringan.
Jika masih ada waktu,
Ijinkan aku memperbaiki diriku,
Memantaskan untukmu,
Membawamu keluar dari lubang itu,
Jangan melemah gadis kecilku,
Jangan menyerah.
Achmad Danang, 23-11-2016. Terinspirasi dari kisah seseorang di sudut kota.
Nanar dan terkulai tak berdaya,
Tak seperti tatapannya di awal tahun,
Bersinar bak supernova.
Bibir gadis kecil itu semakin pucat,
Kering dan pecah tak melekuk,
Tak seperti senyumnya di awal tahun,
Merekah bak bunga mawar.
Setelah ia berdamai dengan waktu dan segala bujuk rayu,
Sore itu kumendengarkan ia bersenandung dengan rintik di pelupuknya.
Selama ini gadis kecilku berwatak periang, menebar senyum dan canda renyah,
Gadis kecilku tak ingin memperlihatkan,
Beban dosa yang ia pikul di pundaknya,
Teramat pelan ia merintih,
'biarkan aku mempermainkan hatiku sendiri, bukan dia dan kongsinya yang culas. Aku percaya pada-Nya, setiap hembus doa yang kupanjatkan untuk-Nya, membuatku tak takut pada setan diujung sana.'
Naif memang,
Aku yang menganggap diri seorang lelaki,
Hanya dapat mengutuk,
Mengangguk berujar madu,
Mengusap lembut tak berisyarat,
Tanpa bisa memapah beriringan.
Jika masih ada waktu,
Ijinkan aku memperbaiki diriku,
Memantaskan untukmu,
Membawamu keluar dari lubang itu,
Jangan melemah gadis kecilku,
Jangan menyerah.
Achmad Danang, 23-11-2016. Terinspirasi dari kisah seseorang di sudut kota.
Komentar
Posting Komentar