Langsung ke konten utama

untukmu, pirs.

tatkala embun memadu kasih dengan dedaunan
yang kecoklatan, rapuh, dan kaku
sendiri memilu
tatkala iris menangkap pelangi
beradu mega dengan hujannya
mengundang warna warni lagi

kasihmu bukan kekasih
kesahmu bukan meresah
sebuah perpanjangan tangan
yang kunamakan pertemanan

kutemui kau pada akhirnya
di persimpangan kekelaman
kau menemuiku pula
di persimpangan keraguan
musim semi kita lalui, merekah tawa kita
musim gugur kita nikmati, dengan basah air mata
pun dingin hujan yang selalu kau ingin, dan hangat surya yang kusuka

kadang angin memalingkan kita
dari perjalanan atas pertemuan ini
angin utara membawa logikamu berkelana
menjauhi barat daya tempatku bersua

aku bertanya namun bukan pada mereka
mereka yang singgah di hatimu pula
aku bertanya pada sang batin dan Penguasa
apakah ini kau yang baru? atau aku yang baru mengenalmu?
tak mengapa, kita tak harus selalu sama

kujanjikan kau sewindu lagi
nostalgia bersama senja
atas cita cinta dan segala bahagia
janjikanlah aku pula kisah ini sampai tua
bersama kita didalamnya

ditulis saat dini hari, ketika Elfa tidak menemukan Firda dijalur kehidupan tempat mereka biasa berjalan bersama

Komentar