Teringat pada momen itu
Di mana kita masih saling berbicara
Saling melempar pandang
Diiringi gemuruh badai
Teringat pada momen itu
Di mana kita masih saling berpegang
Saling bertukar pikiran
Diiringi deburan asap
Teringat pada momen itu
Di mana inderaku selalu bergejolak
Mencium partikel yang engkau berikan
Pada saat terakhir kita bertemu
Dengan menitipkan partikel pada rajutku
Seakan membantuku mengingat aromamu
Engkau memaksaku menafsir polamu
Tetapi menggiringku dalam jurangmu
Timbul tanda tanya
Tanya atas kesengajaan tingkahmu
Seakan tak ingin ku melupakanmu
Benarkah kau membiarkanku pergi?
Benarkah engkau harus berlalu?
Baru sebentar aku menggenggam
Engkau sudah meminta untuk dilupakan
Aku bukan penyair
Tak pintar melagu dan merangkai
Ini hanya kisah antar dua insan
Terbelenggu keadaan
Membawa simpul mati
Hingga harus saling meniadakan
Achmad Danang, 9-11-2016
Di mana kita masih saling berbicara
Saling melempar pandang
Diiringi gemuruh badai
Teringat pada momen itu
Di mana kita masih saling berpegang
Saling bertukar pikiran
Diiringi deburan asap
Teringat pada momen itu
Di mana inderaku selalu bergejolak
Mencium partikel yang engkau berikan
Pada saat terakhir kita bertemu
Dengan menitipkan partikel pada rajutku
Seakan membantuku mengingat aromamu
Engkau memaksaku menafsir polamu
Tetapi menggiringku dalam jurangmu
Timbul tanda tanya
Tanya atas kesengajaan tingkahmu
Seakan tak ingin ku melupakanmu
Benarkah kau membiarkanku pergi?
Benarkah engkau harus berlalu?
Baru sebentar aku menggenggam
Engkau sudah meminta untuk dilupakan
Aku bukan penyair
Tak pintar melagu dan merangkai
Ini hanya kisah antar dua insan
Terbelenggu keadaan
Membawa simpul mati
Hingga harus saling meniadakan
Achmad Danang, 9-11-2016
Komentar
Posting Komentar