Langsung ke konten utama

ubah

Semoga apa yang aku takutkan, takkan pernah terjadi. Entah bagaimana akhir kita, entah berpisah untuk menjadi kita atau berpisah untuk menjadi aku dan kamu, seperti sedia kala. Kalaupun harus menjadi aku dan kamu, kuharap kita tidak ada yg saling menyakiti atau saling meninggalkan, semoga kelak saat itu aku dan kamu saling memahami bahwa memang aku dan kamu tidak bisa di sebut kita lagi.

Jangan berharap banyak padaku, tp percayalah disini aku berusaha, usaha terbaik ku sejauh ini adalah kepadamu. Menyampingkan idealisku, egoku, bukan untuk menjadi seperti yg kamu mau, tapi untuk menjadi aku yg lebih baik.

Aku tidak ingin menjadi bagian masa lalu mu, yang kau ceritakan kepada dia-setelah aku, seperti kau menceritakan masa lalumu dulu kepadaku. Yang kau risihkan, kau sesalkan, kau muak-an. Kalaupun aku harus menjadi masa lalumu, aku ingin menjadi yang paling menyenangkan, yang paling kau rindukan dan yang paling kau kisahkan.

Aku menyerah pada keadaan tak ingin kau tinggalkan. Aku menyerah pada keadaan tak ingin melihatmu memperlakukan wanita lain seperti kau memperlakukan aku, kecuali ibumu.
Kau tak bisa tanpa ikatan, itu katamu.
Dan aku berusaha melepas ikatan ikatan idelogi yang selama ini ku pegang teguh bertahun tahun, memang banyak yang sering mendengar bahwa aku butuh perihal seperti kamu, tapi hanya untuk tetap ada. Sebuah keterikatan menurutku, dahulu, hanya akan menciptakan sebuah bekas luka, mendalam, jika ikatan itu tanpa kita inginkan, suatu saat terlepas.
Aku sadar jika hal ini berlaku padamu, aku akan merasakan kehilangan yang teramat dalam (lagi) dan nyilu seluruh badan sampai pada molekul terkecil tubuhku.

Jangan menyiakan kita. Jangan membuat aku menyesal merubah segalanya yang pada akhirnya aku mengira bahwa apa yang ku teguhkan ternyata benar.

Komentar