Pernahkah dikau merasakan kesunyian dalam keramaian?
Pernahkah dikau merasakan sakit yang tak berluka?
Ia pernah
Lelaki itu pernah
Tak sekali
Dan tak terhenti
Ia bukan pengagum kehidupan
Karena tak lagi merasakan hidup
Ia bukan penerka rasa
Karena tak lagi merasakan cinta
Harap bukan lagi berharap
Ia tak lagi menuntut jawab
Begitukah akibat dari kehilangan?
Terlalu pahit untuk bercerita ujarnya
Begitukah ancaman dari mengharap?
Terlalu indah untuk digambarkan ujarnya
Lalu mengapa ia menjadi begini?
Kutukan apa yang kini ia emban?
Dengan lirih ia berkata
"kejadian datang silih berganti, sebuah teka-teki,
dengan sajak yang bertuan, aku mulai merasakan getaran,
tanpa sebuah simpul yang terpasang. Dialah anomaliku,
pengubah getaran dengan hasutan yang tak berbalas."
Achmad Danang, 08-11-2016.
Pernahkah dikau merasakan sakit yang tak berluka?
Ia pernah
Lelaki itu pernah
Tak sekali
Dan tak terhenti
Ia bukan pengagum kehidupan
Karena tak lagi merasakan hidup
Ia bukan penerka rasa
Karena tak lagi merasakan cinta
Harap bukan lagi berharap
Ia tak lagi menuntut jawab
Tertegun lelaki itu
Terkulai lelaki itu
Terjatuh lelaki itu
Terkapar lelaki itu
Terlalu pahit untuk bercerita ujarnya
Begitukah ancaman dari mengharap?
Terlalu indah untuk digambarkan ujarnya
Lalu mengapa ia menjadi begini?
Kutukan apa yang kini ia emban?
Dengan lirih ia berkata
"kejadian datang silih berganti, sebuah teka-teki,
dengan sajak yang bertuan, aku mulai merasakan getaran,
tanpa sebuah simpul yang terpasang. Dialah anomaliku,
pengubah getaran dengan hasutan yang tak berbalas."
Achmad Danang, 08-11-2016.
Komentar
Posting Komentar