Seharusnya kita bercengkrama
Menikmati tiap tetes rasa pahit dan asam
Bertukar pikiran tanpa memandang derajat
Menikmati tiap hembusan asap
Berlogika tanpa tenggelam dalam pola
Membaur dan berceloteh tak berima
Menembus batas setiap detak kehidupan
Nyatanya kita hanya diam
Tertunduk melihat pancar cahaya
Terdiam mencuri kehidupan maya
Terpaku pada sekotak tak bermakna
Mencari celah setiap tuan dalam bayang
Membuka mata menutup mulut dan telinga
Acuh dan tak berbagi dengan sesama
Inilah kita
Melihat ilusi kehidupan sekarang
Menjadi budak kemajuan zaman
Achmad Danang, 14-11-2016, di depan secangkir kopi
Menikmati tiap tetes rasa pahit dan asam
Bertukar pikiran tanpa memandang derajat
Menikmati tiap hembusan asap
Berlogika tanpa tenggelam dalam pola
Membaur dan berceloteh tak berima
Menembus batas setiap detak kehidupan
Nyatanya kita hanya diam
Tertunduk melihat pancar cahaya
Terdiam mencuri kehidupan maya
Terpaku pada sekotak tak bermakna
Mencari celah setiap tuan dalam bayang
Membuka mata menutup mulut dan telinga
Acuh dan tak berbagi dengan sesama
Inilah kita
Melihat ilusi kehidupan sekarang
Menjadi budak kemajuan zaman
Achmad Danang, 14-11-2016, di depan secangkir kopi
Komentar
Posting Komentar