Kepada kata yang sudah kutanam,
aku tak lagi berani untuk menunggang badai,
hanya menjadi penunggu horizon untuk berganti lazuardi.
Kutitipkan sabda amarah kepadamu,
kuracik noda di hamparan putihmu,
jemariku sibuk menerkam batang dengan cairan hitam di dalamnya.
Lelahnya bukan lelahku, berlebih pedihnya,
aku hanyalah aku yang tak berani turun menerjang mata badai,
seolah sibuk menerka dipersimpangan hari esok.
Jangan berharap aku kan mengharap,
terlebih dengan menyatukan harapnya yang berada di dasar samudera jiwanya.
aku tak lagi berani untuk menunggang badai,
hanya menjadi penunggu horizon untuk berganti lazuardi.
Kutitipkan sabda amarah kepadamu,
kuracik noda di hamparan putihmu,
jemariku sibuk menerkam batang dengan cairan hitam di dalamnya.
Lelahnya bukan lelahku, berlebih pedihnya,
aku hanyalah aku yang tak berani turun menerjang mata badai,
seolah sibuk menerka dipersimpangan hari esok.
Jangan berharap aku kan mengharap,
terlebih dengan menyatukan harapnya yang berada di dasar samudera jiwanya.
Yang sedang mencoba produktif di awal tahun
05 Januari 2017
Achmad Danang Rizqi Pratama
Komentar
Posting Komentar