Di depan lampu taman, dikelilingi segerombolan unggas,
aku mempertanyakan kehadiranku.
Layaknya sekosong rindu para pengadu kasih,
meraba sunyi luing-puing bangunan,
dan warna gelap di bawah mata para penikmat malam.
Aku ingin menjadi rembulan,
yang selalu hadir padamu.
Meskipun saat siang kan engkau abaikan,
dan engkau hanya menatapku lekat di saat gelap dan butuh terang,
aku senantiasa mendekapmu, pagi, siang, sore, ataupun malam.
Setelah seharian bercengkrama dengan nestapa,
bernista dalam rupa dan tertusuk duri kehidupan.
Kini kusadari tiap rajut sajak itu tak merupa dirimu.
Rangkaian kata itu bukan pelarianku yang kutujukan untukmu.
Jangan salah terjatuh pada mereka,
sehingga engkau melupakan entitas kasih dari diriku, sang perangkai.
Kuncinya ada pada dirimu,
aku bukanlah profesor yang mampu menghitung banyaknya rindu,
ketika engkau sudah tak dipelupuk mata.
Yang mengejar resolusi produktif 2017
05 Januari 2016
Achmad Danang Rizqi Pratama
aku mempertanyakan kehadiranku.
Layaknya sekosong rindu para pengadu kasih,
meraba sunyi luing-puing bangunan,
dan warna gelap di bawah mata para penikmat malam.
Aku ingin menjadi rembulan,
yang selalu hadir padamu.
Meskipun saat siang kan engkau abaikan,
dan engkau hanya menatapku lekat di saat gelap dan butuh terang,
aku senantiasa mendekapmu, pagi, siang, sore, ataupun malam.
Setelah seharian bercengkrama dengan nestapa,
bernista dalam rupa dan tertusuk duri kehidupan.
Kini kusadari tiap rajut sajak itu tak merupa dirimu.
Rangkaian kata itu bukan pelarianku yang kutujukan untukmu.
Jangan salah terjatuh pada mereka,
sehingga engkau melupakan entitas kasih dari diriku, sang perangkai.
Kuncinya ada pada dirimu,
aku bukanlah profesor yang mampu menghitung banyaknya rindu,
ketika engkau sudah tak dipelupuk mata.
Yang mengejar resolusi produktif 2017
05 Januari 2016
Achmad Danang Rizqi Pratama
Komentar
Posting Komentar