Langsung ke konten utama

Prosa Satir

Tapi mungkin akhirnya pertanyaan ini benar-benar kutujukan kepadamu, "Apa benar akhirnya bukan aku saja yang menggunakan perasaan, walaupun kita sedang tidak bersama-sama? Apa benar kau menanggapinya dengan segenap rasa?". Seakan dirimu terlalu kasar untuk mengatakan aku akan bertindak hal bodoh dan gila. Rasanya secara logika aku akan melakukan apapun untuk kembali bersama. Lagi-lagi, aku tidak memaksa untuk kita kembali bersama. Tapi kau hanya terlalu berlebihan saja menanggapi itu semua.

Oke, aku ingat betul bagaimana kau berkata "Kalau jodoh gak bakal kemana-mana, kalau balik ya nanti balik akhirnya". Kata-kata itu, benar membuatku sangat sadar jikalau aku memang pantas untukmu biarkan itu mengalir saja. Tak perlu benar-benar "keukeuh" untuk berusaha mendapatkan kau kembali dan ada kesan untuk memaksa.

Banyak sekali, cerita yang satu persatu mulai tidak diingat oleh otak ini karena memang aku berusaha untuk hilang ingatan dengan memori kita. Rasanya lagi-lagi kau terlalu kasar bila memilih untuk menggunakan frasa aku akan menggunakan cara apapun untuk kembali bersama. Tapi kamu lagi-lagi tidak salah, aku memang ingin kembali bercengkrama seakan tidak batasan seperti dahulu kala. Dengan catatan, aku tidak menggunakan segala cara untuk mendapatkannya.

Seperti katamu, ya memang benar aku mungkin sempat gila. Itu kan yg banyak orang katakan kepadamu beberapa hari yg lalu, aku mungkin sempat menggilaimu. Ya memang benar-benar gila, orang-orang itu hanya bisa menilai bagaimana aku bertingkah. Tapi aku rasa memang aku sudah gila, sudah menahun rasanya aku selalu bertanya bagaimana caranya. Dirimu tidak tahu bagaimana susahnya melupakanmu, susahnya tidak menitihkan air mata dan rasa ngilu di dada.

Coba ingat kata-kata ini, aku memang tidak ingin benar-benar lupa bagaimana cinta bekerja. Yang kebetulan warnamu mewakilkan segalanya, aku sudah merasakan pedihnya jatuh cinta tapi aku tidak takut mengulanginya mungkin saat ini belum ada gantinya. Mungkin benar jika aku ini memang gila, bagaimana tidak? Menahun sudah aku menunggu dan tidak mempersilahkan orang lain mengambil alih tahtamu disana. Tapi, aku tidak sebodoh itu, aku tahu betul bagaimana aturan mainnya. Aku tidak se-barbar itu dalam mencintaimu. Aku tidak akan menunggu waktu yg tepat untuk melakukan hal bodoh dan gila. Karena jika kau butuh berteduh, kau tahu harus mencariku diujung jalan yang sebelah mana.


Surabaya, 14 Maret 2017
@agilranu (Agil Ranu Bintang)

Komentar