Bukan, tulisan ini bukan tentang seseorang yang menunggu
Bukan juga tentang seseorang yang bergejolak hatinya
Tulisan ini ditujukan untuk orang-orang yang berkeinginan maju
Menatap masa depan abu
Namaku Achmad Danang Rizqi Pratama
Tersemat do'a terbaik dari pemberi nama
Memikul beban tak berbayang di pundak
Entah jalan bercabang mana lagi yang kan ku ambil
Sudah banyak jalan berkelok, menanjak maupun menukik tertempuh
Semua hanya kembali pada satu titik bernama abu-abu
Ya, warna abu-abu
Kita tak pernah merasa bahwa jalan yang telah diambil sudah menuju batas
Belum, engkau yang berani mengambil kemudi pasti merasa tak ada batas
Kadang, diawal melangkah sudah menemukan cahaya terang, apakah itu batas?
Apa lagi ditengah ketika engkau mempertanyakan asa, apakah itu jejak usaha?
Di manakah akhir? Tak ada yang tahu sampai usaha berakhir
Apakah usaha pernah berakhir? Retorika umum yang tak terjawab
Mungkin, ini hanya mungkin
Keresahan ini berawal dari jiwa yang menggebu
Menanti di manakah akhir dari jalan bercabang yang telah ku tempuh
Mungkin, ini hanyalah mungkin
Keresahan ini menantikan menyerahnya siklus nafas
Menanti di persimpangan jalan manakah akan berakhir
Hanya satu kesimpulan akan keresahan ini
Satu dari sekian banyak kemungkinan
Ketika jatuh tanpa ada asa pengharapan
Ada benarnya menurunkan warisan untuk penerus
Cerita, dongeng, artefak, dan lain sebagianya
Agar mereka mampu melangkah dengan berani
Agar mereka mampu berjalan tegap
Menentukan tujuan dari pengharapannya
Menuju titik di mana mereka menyerah tanpa penyesalan.
Resah yang tak berakhir, yang menuju terakhir.
Lembayung senja, 29 Maret 2017.
Achmad Danang Rizqi Pratama
Bukan juga tentang seseorang yang bergejolak hatinya
Tulisan ini ditujukan untuk orang-orang yang berkeinginan maju
Menatap masa depan abu
Namaku Achmad Danang Rizqi Pratama
Tersemat do'a terbaik dari pemberi nama
Memikul beban tak berbayang di pundak
Entah jalan bercabang mana lagi yang kan ku ambil
Sudah banyak jalan berkelok, menanjak maupun menukik tertempuh
Semua hanya kembali pada satu titik bernama abu-abu
Ya, warna abu-abu
Kita tak pernah merasa bahwa jalan yang telah diambil sudah menuju batas
Belum, engkau yang berani mengambil kemudi pasti merasa tak ada batas
Kadang, diawal melangkah sudah menemukan cahaya terang, apakah itu batas?
Apa lagi ditengah ketika engkau mempertanyakan asa, apakah itu jejak usaha?
Di manakah akhir? Tak ada yang tahu sampai usaha berakhir
Apakah usaha pernah berakhir? Retorika umum yang tak terjawab
Mungkin, ini hanya mungkin
Keresahan ini berawal dari jiwa yang menggebu
Menanti di manakah akhir dari jalan bercabang yang telah ku tempuh
Mungkin, ini hanyalah mungkin
Keresahan ini menantikan menyerahnya siklus nafas
Menanti di persimpangan jalan manakah akan berakhir
Hanya satu kesimpulan akan keresahan ini
Satu dari sekian banyak kemungkinan
Ketika jatuh tanpa ada asa pengharapan
Ada benarnya menurunkan warisan untuk penerus
Cerita, dongeng, artefak, dan lain sebagianya
Agar mereka mampu melangkah dengan berani
Agar mereka mampu berjalan tegap
Menentukan tujuan dari pengharapannya
Menuju titik di mana mereka menyerah tanpa penyesalan.
Resah yang tak berakhir, yang menuju terakhir.
Lembayung senja, 29 Maret 2017.
Achmad Danang Rizqi Pratama
Komentar
Posting Komentar