Dan aku baru saja mengerti bila dirimu masih sempat mempedulikan aku lewat sosial media, padahal ketika kita bertatap mata seperti individu yang tak pernah mengenal sebelumnya. Ironi ya kita ini? Sama2 sering memperhatikan lewat layar kaca ponsel kita, tapi lucu sekali memang. Sampai saat ini pelukmu adalah salah satu komunikasi yang paling bisa kunikmati. Kita ini layaknya raga yg pernah bersatu lalu berpisah dan menjadi musuh, aku tak ingin demikian. Aku tetap ingin senyum nadirmu menghiasi hari-hariku, maaf saja saat itu kita bertikai dan beradu mulut. Bukan tanpa alasan, kita sama-sama masih kecil tidak dewasa sama sekali melawan keadaan. Biarlah itu menjadi sejarah buruk kita, toh saat tidak bersamamu aku menjadi paham caranya berkembang dan letak ketidakdewasaan kita dimana. Aku benar-benar paham sekarang bagaimana harus memperlakukan kamu, tenanglah persiapkan dirimu saja untuk jadi lebih istimewa. Persiapkan saja waktu untuk kita bersua nantinya, waktu dimana kita sudah dewasa menjalin hubungan yang mestinya kita bangun. Cekcok bertikai adalah suatu hal yg wajar, kita sedang saling menyesuaikan, benar?
Waru, 16 September 2017
@agilranu (Agil Ranu Bintang)
Komentar
Posting Komentar