Langsung ke konten utama

Kawanan si Bangsat


Padahal aku tidak benar2 sengaja ingin berkawan dengan kalian semua, mulai dari awal seakan rasanya mengalir seperti biasa saja. Bahkan awalnya sesimpel dari berbagi rokok bersama hingga berhalusinasi bersama. Tapi akhirnya apa benar kita hanya dipertemukan dengan orang yg sama seperti kita? Mungkin iya kita tertawa tentang suatu hal yang sama, lalu berargumen pendapat yang berbeda. Darisana muncullah perselisihan yang berakhir pertikaian, bahkan sesimpel perang kata di permainan bernama dota.

Tapi taukah kalian kawan kita sudah bersama hingga 3 tahun lamanya, banyak cerita yang kita lalui bersama, banyak masalah kita selesaikan bersama. Dan pada akhirnya kita saling menguatkan diantara masalah cinta, kuliah dan organisasinya. Tidak sadarkah kita sudah saling menguatkan ketika salah satu dari kita memiliki masalah? Ya kita memang memiliki latar belakang yg berbeda tapi apa? Kita selalu punya solusi, pemikiran yang berjalan satu arah.

Berbicara hal yang tabu sudah menjadi kebiasaan utama, rasanya sudah tidak ada rahasia diantara kita. Meskipun selalu ada riuh suara ghibah yang tidak terdengar oleh kita, Tapi percayalah itu hanya candaan saat kita begitu peduli saja. Bahkan sampai saat ini aku percaya kalian layaknya hewan di hutan belantara, buas licik jenius yg bisa membunuh siapa saja. Hewan selalu berkawan dengan sejenisnya, mungkin kita memang berbeda dan tidak bisa di samakan satu dengan lainnya. Tapi ada satu hal yg kita miliki bersama, sifat brengsek dan bangsat. Mungkin itu alasan kita tetap bersama

Kini mimpi yg kita kejar semakin dekat di depan mata, ada impian yg harus kita raih secepatnya sebelum tanggungjawab lain datang meminta izin untuk saling sapa. Tahun ke 3, di penghujung usia masa kuliah atau masih lama bagi yg belum ingin menyelesaikannya. Tapi mulai sekarang akan banyak ada rintihan doa sembari menunggu wisuda, mungkin juga ini juga menjadi buka bersama terakhir kita. Sejujurnya saya ingin segera memeluk kalian mengemis kata maaf atas segala tindakan yg menimbulkan suatu resah. Tapi rasanya tidak perlu karena kalian juga merasa memiliki tindak tanduk yg sama. Kita tidak perlu saling memaafkan karena memang sama2 brengseknya.

Masih banyak cerita yang harus kita lalui bersama, misalnya siapa yg akad nikah untuk pertama kalinya, atau buah "crot-an" akan kita gendong bersama atau bahkan siapa nanti yg akan masuk liang lahat pertama. Aku juga ingin sekali menceritakan tentang persahabatan kita yg selalu solid berbagi bersama. Cukup terimakasih saja yg perluku ucapkan karena kalian sudah mengisi kekosongan masa kuliah.

Kita kini sudah diujung kelulusan dan semakin banyak tanggungjawab yg harus kita emban. Tetaplah kuat jika kita tidak bersama, tetaplah menjadi si bangsat dari hutan belantara. Meretas impian bukan harapan, sampai jumpa dimasa depan


Bilik Ranjang, 12 Juni 2017
@agilranu (Agil Ranu Bintang)

Komentar