Langit malam ini indah ya? Bintang merekah hingga langit-langit menyeruak di sudut kenang. Tangis datang walau langit sedang penuh bintang. Apa kamu sengaja hadir kembali menghancurkan mimpi indahku bersama orang lain? Apa sengaja kamu tidak membiarkan aku hidup bahagia bersama orang lain? Sejatinya dirimu tahu bagaimana tersiksanya batinku saat itu, ketika aku berusaha menghilangkan namamu dari otakku. Kini saat orang lain alasanku berbahagia, kau datang meminta izin untuk sekadar ingin meminta jumpa. Sesak menyeruak mengisi kekosongan, memenuhi hingga tumpah membasahi mata.
Dirimu tahu, bahwa dirimu adalah sejatinya rindu. Ataupun secara tidak sengaja Tuhan tidak mengizinkan aku bahagia? Sejujurnya aku ingin bertemu dengan Tuhan, dan bertanya kenapa. Kenapa dirinya selalu saja hadirkan rasa cinta? Sedangkan yang lainnya hanya pemanis belaka.
Kini dua hari berlalu, bintang bersama kerlipnya seakan mengganti liriknya yang syahdu. Ingin rasanya aku membencimu, tapi bagaimanapun dirimu memang sejujurnya rindu. Aku rapuh ketika berhadapan dengan aromamu, melihat wajahmu saja aku tak mampu. Aku sungguh ketakutan jika hadirmu, hanya mengabarkan rasa sendu.
Lapangan Magister Manajemen, 1 Juni 2017
@agilranu (Agil Ranu Bintang)
Komentar
Posting Komentar