Selalu datang tanpa diundang
Selalu pergi tanpa permisi
Kau kira aku senang dengan kedatanganmu?
Cuih, menyambutmu saja aku tak mau
Kenapa kau selalu memilihku?
Kenapa bukan dia saja yang kau tuju?
Kuberi tahu, kedatanganmu adalah belenggu
Dari secercah kisah di masa lalu
Karna kau aku memikirkannya
Karna kau pula aku menginginkannya
Kedua hal itu bagaikan ombak
Yang akan menyeretku tenggelam jika aku tak melawan
Kalaupun dia selalu diam, mungkin aku bisa bertahan
Tapi jika dia memberi harapan, hancur sudah semua pertahanan
Tunggu dulu, bagaimana dengan dia?
Apakah dia juga merasakan hal yang sama?
Memikirkanku dan menginginkanku kembali?
Hahaha bodoh, tanda tanya apa itu
Seharusnya aku membuatnya menjadi titik, agar aku bisa melanjutkan kisahku di paragraf baru
Dengan kamu yang ada di masa depan, bukan dia yang ada di masa lalu
- nurriansyahr -
Surabaya, 09-02-17
Selalu pergi tanpa permisi
Kau kira aku senang dengan kedatanganmu?
Cuih, menyambutmu saja aku tak mau
Kenapa kau selalu memilihku?
Kenapa bukan dia saja yang kau tuju?
Kuberi tahu, kedatanganmu adalah belenggu
Dari secercah kisah di masa lalu
Karna kau aku memikirkannya
Karna kau pula aku menginginkannya
Kedua hal itu bagaikan ombak
Yang akan menyeretku tenggelam jika aku tak melawan
Kalaupun dia selalu diam, mungkin aku bisa bertahan
Tapi jika dia memberi harapan, hancur sudah semua pertahanan
Tunggu dulu, bagaimana dengan dia?
Apakah dia juga merasakan hal yang sama?
Memikirkanku dan menginginkanku kembali?
Hahaha bodoh, tanda tanya apa itu
Seharusnya aku membuatnya menjadi titik, agar aku bisa melanjutkan kisahku di paragraf baru
Dengan kamu yang ada di masa depan, bukan dia yang ada di masa lalu
- nurriansyahr -
Surabaya, 09-02-17
Komentar
Posting Komentar