Langsung ke konten utama

Di akhir, ada doaku untukmu.

Kurasa semesta tau, betapa gulananya aku
Aku tau, hari ini tidak seperti biasanya

Terimakasih telah memberikanku pagi yang indah
Dengan surya yang tak terlalu banyak menampakan wujudnya
Aku menemukan sebuah harapan baru pagi ini
Tunggu, kau tau kan aku tidak begitu menyukai matahari?
Bagiku sengatannya hanya akan membuat hariku semakin runyam saja
Menyiutkan pandangan mata dan memberatkan kepala
Jangan marah padaku surya, aku tetap menyukaimu, bilamana hadirmu tak banyak
Aku akan tetap membutuhkanmu, selalu

Terimakasih telah memberikanku siang yang menyejukkan
Sepertinya surya sedang tak ingin tampak
Ya, langit mendung dan tanpa bayangan mampu membuatku terpana
Bising jalanan yang tak seberapa ramai dan aku banyak melihat orang tersenyum siang ini

Namun, sepertinya soreku tak seindah pagi dan siangku
Sore itu jalanan begitu sesak ramai oleh orang yang ingin kembali pulang
Bukankah sebuah rumah akan tetap menjadi pulang?
Semua berlomba-lomba, terburu-buru, saling mencari celah, seolah olah ada yang menantinya dirumah
Asap-asap mesin diesel itu kembali memberatkan kepalaku, cukup lama
Ah bukan itu saja, suara klakson pun seringkali membuatku menyiutkan dahi dan mata

Tapi, sekali lagi, terimakasih sore
Kau masih memberi keindahan di senja itu
Pohon-pohon rindang itu memeluk perjalananku
Awan putih bergerombol itu menyelimuti kegundahanku
Senandung kicauan burung itu mengiringi senyum tipisku
Terimakasih semesta, kau selalu menyempatkan sebuah senyum hadir di bibirku

Kuhela nafas sambil mata terpejam beberapa saat
Saat mata terpejam aku merasakan berdiri pada tempat yang indah
Dengan lukisan awan yang sempurna
Hijaunya pohon dan lembutnya rumput yang kupijak
Belaian angin dan nada-nada indah paruh kecil itu
Ah sudahlah, kalau aku terus terpejam aku akan tertabrak

Akan kupetik sebuah makna dari segala keindahan hari ini
Kau hanya perlu beristirahat dan memikirkan hal-hal baik sejenak
Penciptaanmu ke bumi bukan hanya untuk menggerutu akan pilunya hidup
Selalu ada pola api yang indah di tengah kebakaran
Selalu ada ritme hujan yang indah sebelum kebanjiran
Selalu ada harum semerbak bunga yang indah ditangis pemakaman


Lakukan yang terbaik, jangan sibuk meratapi kerasnya hidup
Berkerja keraslah untuk yang paling kau cinta
Tunggu, biar ku jelaskan uraian mengenai cinta
Tuhanmu, keluargamu, dan dirimu

Bekerjalah untuk menolong orang lain
Bekerjalah untuk membahagiakan orang lain
Dan bekerjalah agar selalu membuatmu bersyukur
Itulah cinta, bukankah Tuhan akan memudahkanmu?
Jika kerja dan perjuanganmu untuk “cinta”?

Selamat berjuang para pencari cinta,
Temukanlah Tuhanmu, temukanlah dirimu, temukanlah orang-orang yang bermakna bagi hidupmu
Maka kau akan berbahagia atas cinta yang kau punya
Jadikan cinta sebagai jalan mempermudah cita
Perjuangkanlah cintamu,
Sampai yang paling mencintaimu mengambilmu
“Sudah kau lakukan dengan baik, waktunya kembali padaKu”


Siapapun kalian yang membaca ini, semoga kalian sudah bersyukur hari ini. Ku beroda semoga kalian sehat dan segera menemukan “cinta” kemudian melakukan segalanya atas dasar “cinta”. Sampaikan salamku pada “cinta”mu, sampaikan padanya “tenanglah, dirimu adalah salah satu cinta dihidup orang lain”


Semoga harimu menyenankan, dan penuh Rahmat

Firda Fadhilah Lubis
Surabaya, 28 Februari 2017
19.00 – 20.05

Komentar

  1. Sangat bagus
    Tidak jayus dan cukup religius
    Mengingatkanku tuk bersyukur tidak seserakah mafia pajak gayus
    Diksinya sehangat sup asparagus
    Dan kalau boleh meminjam istilah bondan winarno "ini maknyus"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ku tunggu tinta-tinta penuh maknamu terutama perihal rindu

      Hapus
  2. luar biasa sekali mba firdaaaa, penuh inspirasii <3

    BalasHapus
  3. Mendominasi sekali penguasaan diksi peretas makna

    BalasHapus

Posting Komentar