Langsung ke konten utama

Mi

andai aku seorang penyair
akan aku tuliskan sebuah prolog untuknya
kunamakan itu mula
bercerita tentang awal kita berjumpa, kala kelopak matamu tak kuasa menahan tangis bahagia
akan kutuliskan sebuah dialog untuknya
kunamakan itu "kita"
bercerita tentang aku dan kau yang saling bertukar mimpi dan harapan, diselingi kemelut kehidupan tak terlupakan
dan akan aku tuliskan sebuah epilog untuknya
kunamakan itu doa
bercerita tentang aku dan hanya aku
yang memenangkan sebuah perasaan bernama cinta
yang tak bisa terucapkan dan tak pernah bisa ku kurangkan

Surabaya, Februari 2017
Elfa Nandia Nuraga

Komentar