aku benci ketika aku menyukai
kala mataku dan matamu bertemu
atau mendapati diriku tersenyum kecil
akan satu dua baris kata tak bermakna
terkadang aku pun terbawa dalam harmoni
lalu berimaji dan berpuisi
kala kau melagu dengan jemari di fret satu
dengan segala perlakuanmu, kuharap kau tak menyalakan lagi lilin lilin yang telah ku padamkan
dan merangkai kembali sesuatu yang telah kita akhiri, tanpa pernah kita mulai
bahkan memang tak pernah ada "kita"
karena kau dan aku tak pernah melihat tanda tanda itu
karena kau dan aku tak pernah mengucap, bahwa kau dan aku satu
dan ketika petikan jemarimu berhenti melagu
dikala itu pula aku kembali ke realita
meyakini bahwa aku hanya berilusi dengan perasaanku sendiri
yang ku tahu, masih kutemukan kau disitu
menyatu bersama riuh tawa bahagia
membagi cerita dalam aroma tembakau seperti biasa
seperti kemarin
dan seperti hari ini
Surabaya, februari 2017
Elfa Nandia
kala mataku dan matamu bertemu
atau mendapati diriku tersenyum kecil
akan satu dua baris kata tak bermakna
terkadang aku pun terbawa dalam harmoni
lalu berimaji dan berpuisi
kala kau melagu dengan jemari di fret satu
dengan segala perlakuanmu, kuharap kau tak menyalakan lagi lilin lilin yang telah ku padamkan
dan merangkai kembali sesuatu yang telah kita akhiri, tanpa pernah kita mulai
bahkan memang tak pernah ada "kita"
karena kau dan aku tak pernah melihat tanda tanda itu
karena kau dan aku tak pernah mengucap, bahwa kau dan aku satu
dan ketika petikan jemarimu berhenti melagu
dikala itu pula aku kembali ke realita
meyakini bahwa aku hanya berilusi dengan perasaanku sendiri
yang ku tahu, masih kutemukan kau disitu
menyatu bersama riuh tawa bahagia
membagi cerita dalam aroma tembakau seperti biasa
seperti kemarin
dan seperti hari ini
Surabaya, februari 2017
Elfa Nandia
Komentar
Posting Komentar