Langsung ke konten utama

Perihal Rasa

Ada yang mengumbar tentangnya
Ada juga yang menyimpannya dan menyampaikannya pada Sang Pencipta Rasa
Aku memilih untuk membagi rasa pada semesta
Meletakannya di pojok pojok keramaian kota
Membiarkannya terbakar dibawah panas matahari
Melukiskannya di sudut sudut bintang malam yang bercahaya
Dan merelakan kerinduannya saat hujan tiba

Kadang seperti daun, yang rapuh dan mudah tumbuh.
Tak jarang juga seperti ranting, yang sering terlupa keberadaannya, namun menjadi tempatmu tumbuh.
Pernah sesekali seperti batang, kuat, tidak ingin pergi seperti daun, dan tidak mudah tumbuh seperti keduanya.
Namun, sering kali kau hancurkan, kau tebang habis, namun tak sampai akhirnya.
Hingga pada suatu ketika, rasa yang kau harapkan mati, masih sering tumbuh tidak sebagaimana mestinya.
Suatu saat, aku akan menjadi akar.
Kepada kita yang saling menemukan.

Surabaya,
25 Oktober 2016
16:16

Komentar