Saat kupejamkan mata tuk mengelak
Tanpa sadar bayangmu terus menyeruak
Bayang itu lambat-lambat menguap
Menjadi sulit untuk diusap
Ketika ku tersadar, ku sudah berada dalam mimpi
Berselancar dalam pikiran yang kuciptakan sendiri
Menghadirkan ombak-ombak memori dalam hati
Menghasilkan sosok dirimu, sendiri
Hangat mentari di pagi hari
Ingatkan aku akan hal ini
Pagi itu, lagu itu, dirimu
Dan semua kenangan tentangmu
Bayangmu pun kian menguat
Menyulitkanku tuk melesat
Semua terlalu manis untuk dilupakan
Namun terlalu pahit untuk diingat
Maka kubiarkan semua itu tetap disini
Tersimpan rapi dalam memori
Dikunci oleh imajinasi dengan berselimut mimpi
Agar kubisa mengenangmu tuk diriku sendiri
Kutulis puisi ini dengan perasaan yang tak dapat kujelaskan
Memang tak serumit rumus fisika ataupun matematika
Namun aku benar-benar tak tahu perasaan apa ini ? Apa namanya ?
Dan suatu saat jika kau benar-benar membacanya, mungkin kau bisa mengerti.
Jakarta, 05-01-2012
02.43
Dimashuri
Komentar
Posting Komentar