Langsung ke konten utama
Dan akhirnya detak ini terhenti padamu.
Dan akhirnya denyut ini melewati selasela pola pikirmu.
Berliku penuh haru, namun, bahkan semili-pun tanpa tersesat.
Karena aku tau, padamu adalah jalan pulangku.
Yang selama ini kulewati sebatas angan.
Kubanyangkan sebatas harapan.
Entah siapa yang menggerakan laju hati dan pikirku.
Untuk begitu sempurna melewati lukisan kalbumu.

Surabaya, Oktober 2016
Firda Fadhilah Lubis.

Komentar