Hallo Nak!
Hmm,
memulainya dari mana ya Nak?
Bapak bingung memilih kata
pembuka. Tapi memang mengawali akan selalu jadi hal yang susah to? Atau
langsung saja ya Nak? Sorry sorry, bahkan sudah ada 3 tanda tanya yang Bapak
pakai sebagai pembuka. Tapi tanda tanya selanjutnya, adalah tanda tanya besar.
Yang harus kamu jawab dengan jujur, gak boleh bohong loh ya.
Sudahkah Bapak menjadi orang tua
yang baik buatmu?
Apa sudah kamu jawab, hmm? Jujur
nih? Apa masih bohong hayooo? Terserah jawabmu apa sih, yang penting itu adalah
jawaban tulus benar. Kalau jawabmu adalah sudah, semoga Bapak selalu bisa jadi
orang baik buatmu. Kalau jawabmu adalah belum, itu adalah alasan mengapa Bapak
menuliskan ini.
Bapak tidak tahu seperti apa kehidupan
yang akan Bapak jalani saat kamu hadir, bertumbuh, bertambah usia dan semakin
lama menjalani kehidupanmu di bawah kolong langit ini. Bahkan kesibukan,
tanggung jawab, dan ketidakpastian apa yang bakal Bapak jalani saat
mendampingimu melewati hari-hari bertumbuhmu nanti. Atau mungkin bisa saja Bapak
jarang mendampingimu. Saat Bapak menulis ini, Bapak juga masih menjadi anak
kok. Bapak masih merasakan dan menjalani umur 20an.
Nak, di mana tulisan ini dimuat,
adalah Bapak dan sekumpulan teman-teman Bapak yang menuliskan juga
mendeskripsikan setiap rasa yang dulu kami pernah lalui. Setiap rasa yang boleh
Tuhan ijinkan untuk kami nikmati dan jalani, meski dalam sepat pahit sekalipun. Mengurai semua rasa yang kami alami dari hari-hari anugerah Tuhan, yang kadang kami syukuri atau kadang kami lukai perasaan-Nya. Saat-saat lalu sih ada sebuah film, Ada Apa Dengan Cinta judulnya, kamu nanti
boleh deh cari film itu. Filmnya banyak puisi-puisi indah, menyentuh bahkan
membekas bila dirasakan. Dari situ, karena sifat latah kami, akhirnya banyak
yang jadi seneng nulis. Baru lah dibentuk Deskripsi Rasa ini. Kamu boleh membaca karya mana saja sesukamu
dan sepuasmu disini.
Ini adalah warisan Nak, tulisan
adalah warisan. Tulisan-tulisan ini semoga menolongmu memaknai hidup.
Menolongmu merasakan kondisi dan sudut-sudut pandang lain soal hidup. Paling
tidak tulisan-tulisan ini membekalimu apa yang akan kamu rasakan dan alami di
masa mendatangmu. Juga seandainya bisa membantumu menentukan tujuan hidupmu.
Pelajaran pertama untukmu adalah
memulai. Kalau nanti kamu punya harapan, apapun itu, segera mulai harapan itu
dengan melakukan hal-hal kecil yang mendekatkanmu pada harapanmu. Hal kecil
saja itu sudah bagus, yang penting mengawali. Karena, awal dan kecil kemudian
lambat laun akan menjadi akhir dan besar.
Jangan seperti Bapakmu, yang
selalu bingung apa, kapan, dimana, siapa atau bagaimana untuk mengawali
sesuatu.
Selamat ulang tahun yang ke-15
untukmu.
(Bapak baru kasih ini di umurmu
sekarang, karena 15 menurut Bapak adalah awal yang pantas untukmu menentukan
awal darimu sendiri)
"karena, awal dan kecil kemudian lambat laun akan menjadi akhir dan besar"
Indrawan
Sidoarjo, 01.56, 26
Oktober 2016
Komentar
Posting Komentar