Langsung ke konten utama

#file_lama_bapak #1

Hallo Nak!
            
            Hmm, memulainya dari mana ya Nak?
Bapak bingung memilih kata pembuka. Tapi memang mengawali akan selalu jadi hal yang susah to? Atau langsung saja ya Nak? Sorry sorry, bahkan sudah ada 3 tanda tanya yang Bapak pakai sebagai pembuka. Tapi tanda tanya selanjutnya, adalah tanda tanya besar. Yang harus kamu jawab dengan jujur, gak boleh bohong loh ya.

Sudahkah Bapak menjadi orang tua yang baik buatmu?

Apa sudah kamu jawab, hmm? Jujur nih? Apa masih bohong hayooo? Terserah jawabmu apa sih, yang penting itu adalah jawaban tulus benar. Kalau jawabmu adalah sudah, semoga Bapak selalu bisa jadi orang baik buatmu. Kalau jawabmu adalah belum, itu adalah alasan mengapa Bapak menuliskan ini.

Bapak tidak tahu seperti apa kehidupan yang akan Bapak jalani saat kamu hadir, bertumbuh, bertambah usia dan semakin lama menjalani kehidupanmu di bawah kolong langit ini. Bahkan kesibukan, tanggung jawab, dan ketidakpastian apa yang bakal Bapak jalani saat mendampingimu melewati hari-hari bertumbuhmu nanti. Atau mungkin bisa saja Bapak jarang mendampingimu. Saat Bapak menulis ini, Bapak juga masih menjadi anak kok. Bapak masih merasakan dan menjalani umur 20an.

Nak, di mana tulisan ini dimuat, adalah Bapak dan sekumpulan teman-teman Bapak yang menuliskan juga mendeskripsikan setiap rasa yang dulu kami pernah lalui. Setiap rasa yang boleh Tuhan ijinkan untuk kami nikmati dan jalani, meski dalam sepat pahit sekalipun. Mengurai semua rasa yang kami alami dari hari-hari anugerah Tuhan, yang kadang kami syukuri atau kadang kami lukai perasaan-Nya. Saat-saat lalu sih ada sebuah film, Ada Apa Dengan Cinta judulnya, kamu nanti boleh deh cari film itu. Filmnya banyak puisi-puisi indah, menyentuh bahkan membekas bila dirasakan. Dari situ, karena sifat latah kami, akhirnya banyak yang jadi seneng nulis. Baru lah dibentuk Deskripsi Rasa ini.  Kamu boleh membaca karya mana saja sesukamu dan sepuasmu disini.

Ini adalah warisan Nak, tulisan adalah warisan. Tulisan-tulisan ini semoga menolongmu memaknai hidup. Menolongmu merasakan kondisi dan sudut-sudut pandang lain soal hidup. Paling tidak tulisan-tulisan ini membekalimu apa yang akan kamu rasakan dan alami di masa mendatangmu. Juga seandainya bisa membantumu menentukan tujuan hidupmu.

Pelajaran pertama untukmu adalah memulai. Kalau nanti kamu punya harapan, apapun itu, segera mulai harapan itu dengan melakukan hal-hal kecil yang mendekatkanmu pada harapanmu. Hal kecil saja itu sudah bagus, yang penting mengawali. Karena, awal dan kecil kemudian lambat laun akan menjadi akhir dan besar.    

Jangan seperti Bapakmu, yang selalu bingung apa, kapan, dimana, siapa atau bagaimana untuk mengawali sesuatu.

Selamat ulang tahun yang ke-15 untukmu.

(Bapak baru kasih ini di umurmu sekarang, karena 15 menurut Bapak adalah awal yang pantas untukmu menentukan awal darimu sendiri)







 "karena, awal dan kecil kemudian lambat laun akan menjadi akhir dan besar"   

Indrawan

Sidoarjo, 01.56, 26 Oktober 2016

Komentar