Langsung ke konten utama

Siklus Langit: Fajar

Mataku tertuju ke timur
Menatap pada horizon langit
Menanti cahaya kemerahan dan sebuah harapan
Semburat membentuk gradasi warna
Perlahan meninggi bersama sang surya
Bersama dengan itu, membawa turun basah embun
Membasuh lelah sisa kemarin, atas juang demi juang melawan kehidupan
Menghapus dingin sisa semalam, atas hati yang tak kunjung mendapat pelukan
Burung gereja merangkai melodi, bersautan merajut harmoni
Melagu cinta, cinta yang mana?
Seperti fajar cinta datang bersama harapan
Seperti fajar cinta adalah permulaan
Temaram di ambang batas langit dan bumi
Ada bimbang kala yang kujalani
Tak sama dengan yang hadir dalam mimpi
Atau yang datang sesekali dan membekas di hati
Ciuman selamat pagi, lalu pergi tak undur diri
Demi fajar yang menggiring pagi
Sebuah ragu hadir dalam hati

Dan nampaknya, fajar masih terlalu gelap untuk menemukan sebuah arti

Komentar