Mataku tertuju ke
timur
Menatap pada horizon
langit
Menanti cahaya
kemerahan dan sebuah harapan
Semburat membentuk gradasi warna
Perlahan meninggi
bersama sang surya
Bersama dengan
itu, membawa turun basah embun
Membasuh lelah
sisa kemarin, atas juang demi juang melawan kehidupan
Menghapus dingin
sisa semalam, atas hati yang tak kunjung mendapat pelukan
Burung gereja merangkai
melodi, bersautan merajut harmoni
Melagu cinta,
cinta yang mana?
Seperti fajar
cinta datang bersama harapan
Seperti fajar
cinta adalah permulaan
Temaram di ambang batas
langit dan bumi
Ada bimbang kala
yang kujalani
Tak sama dengan
yang hadir dalam mimpi
Atau yang datang
sesekali dan membekas di hati
Ciuman selamat
pagi, lalu pergi tak undur diri
Demi fajar yang
menggiring pagi
Sebuah ragu hadir dalam
hati
Dan nampaknya, fajar masih
terlalu gelap untuk menemukan sebuah arti
Komentar
Posting Komentar