Ibu, dan piringan hitam yang biasa ia putar
Ayah, dan sofa merah tempat ia biasa bersandar
Tak apa jika kita tak bersama, sudah ku ikhlaskan sejak lama
Asal jangan terpisah doa
Ialah oksigen dalam hidupku, makanan bagi jiwaku
Yang kelaparan
Terengah
Tertatih
Terlalu lelah berlari meraih mimpi
Ibu, rumahku untuk pulang
Ayah, binarku kala petang
Kalian, cinta tak terpungkiri
Menyatu dalam arteri dan menjadi abadi
Ayah, dan sofa merah tempat ia biasa bersandar
Tak apa jika kita tak bersama, sudah ku ikhlaskan sejak lama
Asal jangan terpisah doa
Ialah oksigen dalam hidupku, makanan bagi jiwaku
Yang kelaparan
Terengah
Tertatih
Terlalu lelah berlari meraih mimpi
Ibu, rumahku untuk pulang
Ayah, binarku kala petang
Kalian, cinta tak terpungkiri
Menyatu dalam arteri dan menjadi abadi
Dini hari, 25 Sept 2017
Ditulis ketika sedang rindu berat pada Mami Fani dan Papi Hiba
Untuk teman-teman WAGZ yang mungkin sedang butuh semangat, baik tentang skripsi atau hal lain, coba ingat orang tua lalu minta doa
Sedikti reminder:Al Isra' 23-24 dan Efesus 6:1-4
Komentar
Posting Komentar