Langsung ke konten utama

Tujuan

Ia mengucap salam saat pertama kita bertemu, tangannya menelungkup, senyumnya ayu, rautnya tak sekaku kayu.

Wanita itu berucap tak lama kita kan tiba. Satu jam. Barang satu jam lagi aku kan bertemu dengan kekasih, tak sabar.

Gelap, pikirku. Ini masih pagi, harusnya jendela itu wajib di buka. Ya, memang terbuka, tapi gelap. Entah.

Aku merasa pria sebelahku bergetar, tangannya mengadah dan bibirnya merapal doa. Ah, ia ketakuan.
Ku lihat arlojiku, rusak, jarumnya tak bergerak dari angka 7, aku sudah pegal duduk.

Kucium wangi itu, parfum dari pengucap salam di lorong, ku tanya kapan kita akan sampai.
"Kita sudah sampai, pak" ujarnya.

Tapi gelap, aku tak tahu. Apakah di sini tujuanku?

Dingin. Kekasihku, aku takut.


Komentar