Langsung ke konten utama

Gugur Susur Bubur

Ibu, kemarin sore aku lihat ayah di dalam sana, di antar banyak orang, tapi mereka enggan tinggal, pasti sepi tak ada aku dan ibu yang temani. Mereka berkata ayah pulang ke peraduan, tempat siapa itu, ibu? Rumah ayah di sini, aku ingin ia kembali.

Nak, hari ini kita hanya berdua, tak perlu meracau kata pilu, ayah sudah pergi ke tujuan kita semua. Rayakan dengan pesta, ia orang baik yang tak mau tahta, bak lumpur menyelimuti mutiara, tempatnya di hati para jelata.

Aku tak tahu takdir esok kan menggiring mereka kemana, sudikah emas terganti oleh batuan? Menghamba pada keadaan? Atau malah istana yang ku bangun kan menjadi gubuk reot. Tak perlu sesali. Biarkan aku kembali, lebur dan terurai.

Komentar