Langsung ke konten utama

Tolong, Jangan pergi

Ucapan salamku pada penikmat gemuruh
Yang hanya tertawa melihatku angkuh
Indramu mungkin yang dapat mengguguh
Hingga buah di pohon dapat kau unduh

Kalian tak pernah senang, melihatku bersikukuh
Aku merasa, kalian semakin menjauh
Seperti tak ada, walau terlibat riuh
Bak perang, laksana penabuh

Ada kalanya, kerajaan merindukan subuh
Awas, terhadap serangan musuh
Tanpa pensiun, meniup gaduh
Inginku satu, kita tetap kawanan yang utuh



Abdul malik akmal
Jember , 9 agustus 2018

Komentar