Langsung ke konten utama

Taman Kenangan

Segala ucapan mungkin dianggap biasa
Disisi lain ada yang tawanya terpaksa..
Beginikah jika mencintai manusia?
Kecewa jika semua diluar kendali rencana

Tak ada yang ingin menjadi bayang maupun membayangi
Tak pula ada yang ingin menggantikan
Karena memang banyak hal yang tak boleh tergantikan

Tetaplah bunga itu menempati tanahnya yang dahulu, jangan kau babat habis sisa-sisa kehidupannya, biarkanlah tumbuh adanya dengan daun dan kelopak layunya berserakan disana

Bunga yang lain akan mencari tanah kosong di taman kenangan yang sama..

Ditempat yang belum pernah terisi apa-apa, apalagi mengantikan apa-apa.

Ditempat yang memang disisakan olehNya, di akhir pencariannya.

Surabaya, 22 Agustus 2018
20.45
Firda Fadhilah Lubis

Komentar