Langsung ke konten utama

ruang bernama waktu

Waktu terasa begitu cepatnya,
namun terasa lama untuk setiap detik sisa-sisa luka, dan rindu yang datang tiba-tiba.

Melambat melama mengurungku disebuah ruangan bernama kenangan dan berkunci waktu,
memaksaku tinggal disana beratapkan bayang-bayang dan beralaskan duka.

Meninggalkanku dengan hembusan janji dan terik masa lalunya.


Disana,

Sunyi, padahal ada langkah yang begitu jelasnya menapak pergi.

Menggigil, dengan janji yang berujung imaji.

Terbakar habis, oleh seseorang yang memilih kembali, kepada sesuatu yang pernah membuatnya pergi dan mengantarkannya sampai mampu membuatku membukakan kunci pintu hati ini.


Selamat, kau membuat ruangan ini kembali terkunci lagi.



Surabaya, 16 agustus 2017
02.08
Firda Fadhulah Lubis

Komentar