Aku tenggelam disebuah lorong,
Lorong yang tidak pernah aku harapkan sebelumnya.
Panas, layaknya miniatur neraka
Riuh, layaknya pasar malam, namun penuh duka dan harapan.
Sempit, menghimpit.
Lorong penuh ruang,
Ruang yang kosong.
Ruang yang diharapkan oleh semua orang, dan ruang yang kita berharap tidak akan pernah kembali, sama sekali.
Lorong poros harapan dan keikhlasan.
Lorong yang dipenuhi oleh rahasia-rahasia tergelap dan terindah dari setiap penghuninya.
Surabaya, 12 Mei 2021
Firda Lubis
Komentar
Posting Komentar