Langsung ke konten utama

Kita memang berbeda

Saat politikmu menjadi sebuah permainan untuk kelompokmu. Bagaimana mau kami berteriak mendukungmu?
Saat sejarah menjadi senjata besarmu. Tak salah semua menganggap hanya tumpangan belaka.
Harapanmu semua melompat kegirangan atas kedatanganmu? Mana bisa kami sesenang itu kedatangan sosokmu.
Kami senang dirimu datang? Iya, memang kami senang. Tapi tak sesenang itu.
Lihat kami hanya manusia biasa yang datang dengan pangkat lebih tinggi. Mau kau bandingkan dengan bapak proklamasi?
Dia bergerak dengan hati tanpa harap pasti untuk diri sendiri. Yang terpenting masyarakat.
Yang ini bukan sekedar retorika dan bukan hanya kata kata penenang seperti yang politikusmu serukan.

Komentar